Kabupaten Sijunjung

Polisi Temukan Jeriken hingga Drum Diduga Berisi Solar Subsidi di Halaman Rumah Warga di Sitiung

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya, mengamankan dua pria yang diduga menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM)

Penulis: Hafiz Ibnu Marsal | Editor: afrizal
istimewa
Satreskrim Polres Dharmasraya mengamankan dua pria yang diduga menimbun ribuan liter BBM Subsidi, Jumat (9/8/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya, mengamankan dua pria yang diduga menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.

Kasatreskrim Polres Dharmasraya, Iptu Dwi Angga menyebut, pihaknya mengamankan dua pelaku dengan inisial K (52) yang berperan sebagai pemilik dan  DF (40) yang berperan sebagai pelansir pada Jumat (9/8/2022) sekitar pukul 01.30 WIB.

Ia menjelaskan, pelaku pertama yaitu K diamankan di rumahnya yang berada di Jorong Taman Sari, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, oleh personel Polsek Sitiung 1 Koto Agung.

"Pelaku K tersebut menimbun minyak bersubsidi di pekarangan rumahnya tanpa memiliki izin, dan didapati di sana terdapat jeriken, tedmon dan drum yang diduga berisi BBM jenis solar," ungkapnya kepada TribunPadang.com, Sabtu (10/9/2022).

Dikatakannya, setelah melakukan pengembangan kasus, BBM yang ditimbun pelaku K tersebut didapatkannya dari pelaku DF.

Baca juga: Pedagang Sapi Pasar Ternak Palangki Sijunjung Keluhkan Sepi Pembeli, Transaksi hanya Antar Tauke

Mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung mengamankan pelaku DF di rumahnya yang berada di Jorong Blok A Piruko, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya.

"Modus operandinya dengan cara membeli BBM subsidi tersebut yang digunakan untuk keperluan industri dan diperjualbelikan," ujar Dwi Angga.

Selanjutnya pihak Satreskrim Polres Dharmasraya, mengamankan barang bukti berupa 11 galon ukuran 35 liter yang setiap galonnya berisikan BBM jenis solar lebih kurang 31 liter, empat galon ukuran 35 liter dalam keadaan kosong, satu drum berisikan BBM jenis solar sebanyak lebih kurang 186 liter, satu tedmon berisikan BBM jenis solar sebanyak lebih kurang 930 liter dan satu unit mobil jenis bak terbuka tanpa dilengkapi surat kendaraan.

"Kami akan terus menindak tegas setiap penyimpangan dan penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah hukum Dharmasraya," tutupnya.

Atas perbuatannya tersebut pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi yang telah diubah pada pasal 40 angka 9 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja dengan ancaman 6 tahun penjara.(*)

Baca juga: Tukang Ojek di Sijunjung Rasakan Dampak Kenaikan Harga BBM, Minyak Naik tapi Ongkos Masih Tetap

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved