Wisata Sumatera Barat

Wisata Sumatera Barat: Mampir ke Martabak Kaka, Kuliner Legendaris di Bukittinggi

Bila Tribunners hendak melakukan perjalanan wisata Sumatera Barat, nah, mampirlah di Bukittinggi dan nikmati kuliner legendaris. 

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri
Martabak Kaka yang sudah ada sejak tahun 1920 an di Bukittinggi. Bila Tribunners hendak melakukan perjalanan wisata Sumatera Barat, nah, mampirlah di Bukittinggi dan nikmati kuliner legendaris.  

TRIBUNPADANG.COM- Wisata Sumatera Barat sarat dengan ragam pilihan. 

Selain objek wisata Sumatera Barat yang menarik, juga banyak pilihan kuliner di daerah ini.

Bila Tribunners hendak melakukan perjalanan wisata Sumatera Barat, nah, mampirlah di Bukittinggi dan nikmati kuliner legendaris. 

Salah satu yang layak dicoba sebagai pilihan kuliner Bukittinggi adalah martabak Kaka.

Martabak Kaka sudah ada sejak tahun 1920 an. 

Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Mengunjungi Jam Gadang, Monumen Kebanggaan dan Ikon Utama Sumatera Barat

Kini, satu kuliner legendaris yang ada di Kota Bukittinggi itu berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kampung Cino.

Pada Selasa sore yang cerah, TribunPadang.com berkunjung ke kedainya yang berada tepat dipertigaan Kampung Cino, Bukittinggi.

Sembari menikmati seporsi martabak mesir atau kubang dipesan, TribunPadang.com berkesempatan berbincang langsung dengan pemiliknya, Muhammad Yusra (56).

"Saya generasi ketiga," ujar pria paruh baya itu mengawali.

Sebelum mendengar cerita panjang dari Yusra, TribunPadang.com juga berkesempatan melihat kepiawaian Yusra meracik martabak yang telah diwariskan kakeknya.

Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Menikmati Sensasi Berjalan di Kawasan Persawahan Kota Pariaman

Martabak Kaka di Bukittinggi Sudah Ada Sejak Tahun 1920 an
Martabak Kaka di Bukittinggi Sudah Ada Sejak Tahun 1920 an (TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri)

Berbeda dengan martabak mesir pada umumnya, Yusra meracik sendiri semua komponen martabaknya saat akan di goreng.

Pertama-tama, ia memecahkan satu butir telur. Telur yang digunakan tergantung pesanan, ada telur ayam dan adapula telur itik.

Adonan telur kemudian dicampur Yusra dengan potongan kecil bawang merah dan daun bawang kemudian daging sapi yang telah dicampur kari.

Bumbu kari adalah yang spesial dari martabak Kaka yang hampir satu abad selalu dipertahankan oleh Yusra untuk berjualan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved