Wisata Sumatera Barat

Wisata Sumatera Barat: Mengunjungi Jam Gadang, Monumen Kebanggaan dan Ikon Utama Sumatera Barat

Salah satu destinasi wisata Sumatera Barat yang cukup terkenal adalah Jam Gadang. Bangunan bersejarah tersebut juga merupakan ikon Sumatera Barat.

Tayang:
Editor: Mega Satriani Purwaningtyas
TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR
Kawasan Jam Gadang Kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat dipadati lautan manusia pada hari keempat lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, Kamis (5/5/2022). Jam Gadang merupakan salah satu destinasi wisata Sumatera Barat yang cukup terkenal. Bangunan bersejarah tersebut juga merupakan ikon Sumatera Barat. 

TRIBUNPADANG.COM - Jika berkunjung ke Sumatera Barat, kurang lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Jam Gadang.

Bangunan bersejarah yang menjadi salah satu destinasi wisata Sumatera Barat tersebut terletak di Kota Bukittinggi.

Jam Gadang juga merupakan ikon pariwisata Sumatera Barat.

Kurang lengkap rasanya jika belum berfoto dengan Jam Gadang saat berkunjung ke Bukittinggi.

Pelatarannya yang dihiasi taman dan pepohonan yang terawat dapat menjadi latar belakang foto menarik.

Baca juga: Rekomendasi 5 Tempat Wisata Budaya Sumatera Barat, Cocok Dikunjungi Bagi Pencinta Budaya

Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Menikmati Sensasi Berjalan di Kawasan Persawahan Kota Pariaman

Menurut beberapa catatan sejarah, Jam Gadang dibangun pada 1926, setelah Ratu Belanda memberi mesin jam ini kepada Sekretaris Kota Bukittinggi pada saat itu--Rook Maker.

Pembangunannya dilakukan oleh dua orang arsitek setempat, Yazin dan Sutan Gigi Ameh, dengan menghabiskan dana 3.000 Gulden.

Monumen Jam Gadang berdiri setinggi 26 meter di tengah Taman Sabai Nan Aluih, yang dianggap sebagai patokan titik sentral (titik nol) Kota Bukittinggi.

Konstruksi dari Jam Gadang tidak menggunakan rangka logam dan semen, tetapi menggunakan campuran batu kapur, putih telur, dan pasir.

Bangunan Jam Gadang memiliki 4 tingkat. Tingkat pertama merupakan ruangan petugas, tingkat kedua tempat bandul pemberat jam.

Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Melihat Keunikan Air Berwarna biru di Pemandian Lubuk Perahu Batu Busuk

Sementara pada tingkat ketiga merupakan tempat dari mesin jam dan tingkat keempat merupakan puncak menara dimana lonceng jam ditempatkan.

Pada lonceng di puncak tersebut tertera nama dari produsen mesin jam ini.

Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya.

Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk pagoda.

Terakhir setelah Indonesia merdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.

Untuk seluruh angka jam dibuat menggunakan sistem penomoran Romawi, akan tetapi angka empat ditulis dengan cara diluar kelaziman, yaitu dengan empat huruf ‘I’ (IIII) dan bukan dengan tulisan ‘IV’.

Hal ini kemudian menjadi salah satu daya tarik yang menimbulkan rasa penasaran bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota ini.

(TribunPadang.com)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved