Gempa Mentawai

Parameter Update Gempa 6,4 di Mentawai, BMKG Sebut Menjadi M6,1 dan Tidak Potensi Tsunami

Update gempa dengan skala 6,4 magnitudo di Kabupaten Kapulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (29/8/2022).

Penulis: Rezi Azwar | Editor: afrizal
istimewa
Kondisi Dermaga Tuapejat, Kepulauan Mentawai pasca gempa M 6,1 mengguncang kawasan Siberut, Kepulauan Mentawai, Senin (29/8/2022) pagi 

Biasanya korban disebabkan oleh keruntuhan bangunan, perabitan, kebakaran, longsor, dan kepanikan.

Selain itu, pastikan bahwa struktur dan letak rumah terhindar dari bahaya gempa bumi.

2. Kenali lingkungan

Perhatikan letak pintu, lift, dan tangga darurat saat terjadi gempa bumi.

Belajar melakukan p3k dan menggunakan pemadam kebakaran.

3. Persiapan rutin pada tempat bekerja dan tinggal

Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah.

Matikan air, gas, dan listrik apabila sedang tidak digunakan.

4. Atur benda di lingkungan Anda

Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah.

Cek kestabilan benda yang tergantung dapat terjatuh pada saat gempa bumi.

Saat Gempa Terjadi

1. Apabila berada dalam ruangan

Lindungi kepala dan badan dari reruntuhan bangunan seperti bersembunyi di bawah meja.

Kemudian cari tempat yang paling aman dari reruntuhan guncangan.

Lari keluar ruangan apabila masih dapat dilakukan.

2. Jika berada di luar bangunan atau ruang terbuka

Hindari bangunan dari sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, dan pohon.

Perhatikan tempat Anda berdiri hindari apabila terjadi rekahan tanah.

3. Jika berada dalam mobil

Hendaknya untuk turun dan menjauh dari mobil.

Hindari rekahan tanah atau kebakaran.

4. Jauhi pantai

Ketika berada di pantai, jauhi pantai dengan menuju ke tempat yang lebih tinggi.

5. Apabila berada di pegunungan

Hindari daerah yang mungkin terjadi longsor di daerah pegunungan.

Setelah Gempa Terjadi

1. Keluar bangunan dengan tertib

Sebaiknya ketika dan setelah gempa terjadi, masyarakat harus keluar dari bangunan.

Namun ketika proses evakuasi sebaiknya tidak menggunakan lift atau eskalator.

Setelah itu mintalah pertolongan kepada orang sekitar apabila terjadi luka parah.

2. Periksa lingkungan sekitar

Untuk menghindari kebakaran dan hal-hal lain, sebaiknya tetap memeriksa apabila terjadi kebocoran gas hingga arus pendek.

Periksa segala hal yang dapat membahayakan.

3. Jangan masuk ke bangunan yang sudah roboh karena gempa

Apabila bangunan atau rumah terkena gempa, sebaiknya tidak mendekati atau bahkan masuk ke dalam area tersebut karena kemungkinan masih akan terjadi reruntuhan.

Selain itu sewaktu-waktu bangunan tersebut juga dapat runtuh akibat gempa susulan.

4. Jangan panik dan tetap berdoa.

Setelah terjadi gempa, sebaiknya tetap tenang dan jangan panik.

Dalam kejadian gempa selalu diikuti dengan skala MMI.

Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.

Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

 

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved