Longsor di Sitinjau Lauik

Hujan Guyur Kota Padang, BPBD Minta Pengendara Waspada Lewat Lokasi Bekas Longsor di Sitinjau Lauik

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau masyarakat waspada saat melewati jalur bekas longsor di Sitinjau Lauik,

Penulis: Rezi Azwar | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Longsor di Sitinjau Lauik Kamis (23/6/2022) silam menyebabkan jalan raya Padang-Solok tertutup batu dan tanah. BPBD meminta pengendara yang lewat jalur ini ekstra waspada terutama saat hujan deras menguyur Padang dan sekitarnya. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Hujan deras kembali menguyur Kota Padang dan sekitarnya, Minggu (14/8/2022).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau masyarakat waspada saat melewati jalur bekas longsor di Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang turun saat ini dikhawatirkan bisa memicu terjadinya longsor di kawasan bekas bencana longsor sebelumnya.

Baca juga: Dua Minibus Tertimpa Longsor di Silaing Dievakuasi, Arus Lalu Lintas Kembali Normal

Baca juga: Kakak Adik Tewas Tertimbun Longsor di Lima Puluh Kota saat Menambang Pasir

Tanah tebing bekas longsor masih labil.

Bila diguyur hujan terus menerus bisa mengancam pengendara di sekitar Panorama II bila material turun dari perbukitan di pinggir jalan Sitinjau Lauik.

Ketua Pelaksana BPBD Padang, Endrizal saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan kondisi cuaca dua hari terakhir nampaknya mulai berubah.

Bila malam hari masih turun hujan, warga diharapkan tidak melewati jalur Padang - Solok tepatnya di Sitinjau Lauik. 

"Kalau pada siang hari masih ada terlihat tanah atau bebatuan yang mulai turun," katanya.

Endrizal mengaku pihaknya menyiagakan petugas dan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum di Sitinjau Lauik. 

Alat berat untuk mengantisipasi bila tiba-tiba ada longsorsan sehingga jalan yang tertimbun material longsor bisa dibersihkan.

"Untuk jangka pendek, bila ada longsor langsung kita bersihkan pakai alat berat, tapi masyarakat tetap diminta waspada. Sedangkan untuk jangka panjang direncanakan adanya perbaikan menyeluruh seperti jalan Malalak dengan adanya jenjang-janjang," katanya.

Perencanaan jangka panjang ini sudah diusulkannya kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional karena merupakan Jalan Nasional.

"Selain itu untuk masyarakat yang tinggal di pinggir sungai atau pinggir tebing diharapkan waspada juga. Kalau hujan berlangsung lama waspada terhadap banjir dan pohon tumbang," kata Endrizal.(*)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved