Mengenal Obat Tradisional PMK dari Warga Nagari III Koto Aur Malintang Padang Pariaman
Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Padang Pariaman belum juga usai, tercatat ada ribuan ternak yang sudah terpapar penyakit ini
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji
TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Padang Pariaman belum juga usai, tercatat ada ribuan ternak yang sudah terpapar penyakit ini.
Penyebarannya yang marak, tidak sebanding dengan ketersediaan obat untuk penanganannya.
Sehingga banyak masyarakat harus putar otak agar ternak mereka bisa terhindar dari penyebaran ini.
Sedangkan peternak yang ternaknya sudah terpapar berusaha mengobati dengan obat tradisional.
Seorang peternak asal Nagari III Koto Aur Malintang, Padang Pariaman Zainal Abidin memiliki ramuan tersendiri dalam mengobati ternaknya yang terpapar PMK.
Dalam mengobati ternaknya Zainal Abidin memanfaatkan ragam tumbuhan yang berada di sekitar rumahnya.
"Kami punya ramuan yang di proses secara alami oleh masyarakat setempat untuk mengatasi penyakit PMK ini,"katanya Jumat (29/7/2022).
Di antaranya ramuan tersebut adalah daun sungkai, daun capo, daun rambutan dan daun Bungo Rayo.
Seluruh dedaunan tersebut ia peroleh dari tanaman yang ada di sekitar rumahnya.
Ragam dedaunan itu katanya akan diremas dengan air cucian beras hingga halus, sampai zat pada daun tercampur pada air cucian beras itu.
Setelah dedadunan dan air beras bercampur, Zainal menyaring air tersebut ke dalam botol untuk memisahkan ampas dedaunan.
Baca juga: Berita Populer Sumbar: Harga Emas di Bukittinggi Mulai Naik dan Vaksinasi PMK di Pariaman Berlanjut
Baca juga: Kota Padang Kebagian 1.800 Dosis Vaksin PMK, Sudah Disuntikkan ke 100 Sapi yang Ada di RPH Aia Pacah
Ia menyarankan untuk ramuan ini sebaiknya dicampur dengan telur ayam kampung agar kasiatnya lebih tinggi.
"Tapi kalau tidak ada telur ayam kampung cukup dedauanan dan air beras saja,"sebutnya.
Obat tradisional ini biasanya diberikan oleh Zainal menggunakan botol, dengan harapan obat tersebut lebih mudah ditelan oleh ternak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/peternak-sedang-memilah111.jpg)