TIPS Sehat: Ketahui Cara Mencegah Prediabetes, Antisipasi DiabetesTipe 2
Diabetes memiliki tahap pertama yakni prediabetes, kondisi ini masih dapat disembuhkan dan diantisipasi agar tidak menjadi diabetes tipe 2.
Penulis: Nika Afrilia | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM - Dabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah.
Diabetes terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu menyerap glukosa ke dalam sel yang digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh manusia.
Ketika seseorang memiliki kadar gula darah di atas normal, maka orang itu dikatakan mengalami prediabetes.
Mengutip dari Alodokter, seseorang dianggap alami prediabetes jika kadar gula dalam darah berkisar antara 100-125 miligram per desiliter, sedangkan kadar gula darah yang normal adalah kurang dari 100 miligram per desiliter.
Meski demikian, kadar gula darah pada orang dengan prediabetes belum setinggi pengidap diabetes atau di atas 125 miligram per desiliter.
Prediabetes sebenarnya masih dapat disembuhkan.
Dengan kata lain, prediabetes adalah peringatan dari penyakit diabetes yang tidak bisa diobati.
Baca juga: Bingung Memilih Bedak? Ini Beda Loose Powder, Pressed Powder, Compact Powder & Two Way Cake
Lalu, bagaimana mencegah prediabetes agar tidak menjadi diabetes?
Mengutip dari Kompas.com, dalam Diabetes Prevention Program Outcomes Study (DPPOS) AS yang meneliti lebih dari 3.200 orang prediabetes selama hampir 21 tahun, peneliti mencoba mencari cara efektif untuk mencegah prediabetes menjadi diabetes tipe 2.
Menurut para ilmuwan, perubahan gaya hidup seperti melakukan aktivitas fisik, diet sehat, dan menurunkan berat badan tujuh persen atau lebih, dan minum obat metformin efektif menunda atau mencegah perkembangan prediabetes.
Namun studi itu menemukan, strategi tersebut tidak mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Para peneliti melacak 3.234 orang dewasa yang awalnya berpartisipasi dalam studi Diabetes Prevention Program pada tahun 2002.
Peserta dibagi menjadi tiga kelompok.
Satu kelompok melakukan perubahan gaya hidup dengan makan sehat dan berolahraga untuk menurunkan berat badan tujuh persen.
Kelompok kedua mengonsumsi obat metformin dua kali sehari, dan kelompok terakhir mengonsumsi plasebo dan mendapat perawatan standar.
Setelah berjalan hampir 21 tahun, ditemukan kelompok yang melakukan intervensi gaya hidup memiliki peluang 58 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2.
Sedangkan, kelompok yang meminum obat metformin memiliki risiko 31 persen lebih rendah untuk diabetes tipe 2.
Namun, ketiga kelompok sama-sama memiliki risiko mengalami serangan jantung, stroke, atau kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak bisa secara efisien menggunakan insulin untuk memproses gula darah, dan pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang memadai.
Ketika kadar gula darah tinggi, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah, menyebabkan berbagai risiko kesehatan yang serius.
Komplikasi yang paling sering terjadi akibat diabetes tipe 2 adalah penyakit kardiovaskular atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung, stroke dan gagal jantung.
Orang dengan diabetes tipe 2 berisiko dua kali lebih besar meninggal akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan orang tanpa kondisi tersebut.(Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Promo-JCO-mingguan-terbaru-berlaku-24-30-Januari-2022.jpg)