Citizen Journalism

Kisah Inspiratif Nick Vujicic, Motivator Pengidap Sindrom Tetre-amelia, Penulis 'Life Without Limit'

SIAPA sangka sebuah artikel mengenai seorang yang cacat yang sukses menggapai mimpinya berhasil membuat Nick Vujicic keluar dari kegelepan yang selama

Editor: Emil Mahmud
INSTAGRAM/@nickvujicic
Nick Vujicic 

Pada masa tertentu, ketika berusia 10 tahun, Nick sempat labil dan coba menenggelamkan diri di bak mandi.

Masa-masa kelam tersebut berhasil ia lewati bersama kedua orangtua dan beberapa sahabat yang selalu mendukungnya.

Hingga Nick berusia 12 tahun, ibu Nick menunjukkan sebuat artikel mengenai kesuksesan seorang cacat dalam meraih mimpinya.

Hal tersebut yang membangkitkan hasrat dalam diri Nick untuk menjadi orang yang hebat pula. Ia bertekad untuk menggapai mimpi dan membantu orang-orang di sekitarnya.

Pada usia 21 tahun, pemuda yang memiliki kecerdasan yang tinggi ini lulus dengan menyandang dua gelar sarjana sekaligus yaitu Akuntasi dan Perencanaan Keuangan di Universitas Griffith, South East Queensland, Australia.

Ia memulai karirnya yang cemerlang pada usia 23 tahun dengan mendirikan sebuah organisasi bernama “Life Without Limb”.

Di mana organisasi ini ia dirikan untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik sepertinya. Nick akan memfasilitasi mereka dengan bantuan secara materi dan moral.

Dengan kemampuan berbicara di depan umum yang mumpuni, Nick mendapatkan banyak tawaran untuk memberikan motivasi di mana-mana.

Hingga keberhasilan Nick sebagai motivator berlanjut dengan diterbitkannya buku pertama Nick yang berjudul “Life Without Limit” pada Tahun 2007.

Buku tersebut menjadi salah satu buku terlaris yang mencapai 1 juta copy di seluruh dunia. Di tahun yang sama, Nick mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang motivational speaking yang ia beri nama “Attitude is Altitude”.

Tak hanya membuat dirinya semakin hebat dalam dunia motivator, Nick juga membantu semua orang yang ingin memiliki kemampuan speaking yang luar biasa sepertinya dengan perusahaan tersebut.

Kesuksesan motivator tanpa lengan dan kaki ini terus berlanjut hingga saat ini. Walaupun tak memiliki kaki, Nick mampu menjelajahi seluruh dunia dengan kemampuannya.

Meskipun tak memiliki tangan, ia mampu merengkuh para penyandang disabilitas dan orang-orang yang memiliki keinginan untuk menggapai mimpi, berhasil menggapai mimpi mereka.

Nick menjadi tanpa batas dengan keterbatasannya. Ia mengajarkan bahwa sukses bukan milik seseorang yang sempurna, melainkan milik orang yang mau bergerak maju dan menggapai mimpi mereka.(Penulis, Mahasiswa Prodi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved