Kenali Penyakit Cacar Monyet, Baca Sejarah, Gejala, Penularan hingga Cara Pencegahan

Penyakit cacar monyet kini tengah menjadi kewaspadaan dunia, wabah ini sudah menyebar di berbagai negara Eropa, ketahui gejala dan cara pencegahannya.

Penulis: Nika Afrilia | Editor: Emil Mahmud
HealthReflect via Grid.id
Ilustrasi: Cacar Monyet atau Monkeypox 

TRIBUNPADANG.COM - Sejumlah kasus cacar monyet telah dilaporkan menyebar di beberapa negara Eropa hingga Amerika.

Penyakit yang biasanya terbatas pada kawasan hutan di Afrika barat dan tengah itu telah menyebar dengan cepat di sejumlah negara Eropa.

Penyebaran juga ditemukan di Amerika Serikat dan Australia sejak awal Mei.

Mengutip dari Kompas.com, sejauh ini Inggris telah melaporkan adanya 9 kasus cacar monyet, Portugal 5 kasus terkonfirmasi dan lebih dari 20 kasus masih diduga cacar monyet, Amerika Serikat dengan satu kasus cacar monyet, serta Spanyol melaporkan 23 orang yang diduga terinfeksi penyakit cacar monyet.

Baca juga: Kenali Lebih Lanjut tentang Cacar Monyet, Tanda dan Gejala, serta Pencegahan yang Bisa Dilakukan  

Asal Mula Cacar Monyet

Mengutip dari Tribunnews.com, Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 ketika dua wabah penyakit seperti cacar terjadi di koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian, maka diberi nama 'cacar monyet'.

Kasus cacar monyet pertama pada manusia diidentifikasi pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di wilayah di mana cacar telah dieliminasi pada tahun 1968.

Sejak itu, sebagian besar kasus telah dilaporkan dari pedesaan, daerah hutan hujan di Cekungan Kongo, khususnya di Republik Demokratik Kongo.

Kemudian, kasus manusia semakin banyak dilaporkan dari seluruh Afrika Tengah dan Barat, sebagaimana dikutip dari laman resmi WHO.

Semenjak Tahun 1970, kasus cacar monyet telah dilaporkan pada manusia di 11 negara Afrika – Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone , dan Sudan Selatan.

Kemudian, pada tahun 1996–1997, wabah dilaporkan di Republik Demokratik Kongo dengan rasio kematian kasus yang lebih rendah dan tingkat serangan yang lebih tinggi dari biasanya.

Sejak 2017, Nigeria telah mengalami wabah besar, dengan lebih dari 500 kasus yang dicurigai dan lebih dari 200 kasus yang dikonfirmasi dan rasio kematian kasus sekitar 3 persen.

Cacar monyet adalah penyakit kesehatan masyarakat global yang penting karena tidak hanya mempengaruhi negara-negara di Afrika Barat dan Tengah, tetapi seluruh dunia.

Pada tahun 2003, wabah cacar monyet pertama di luar Afrika terjadi di Amerika Serikat dan dikaitkan dengan kontak dengan anjing padang rumput peliharaan yang terinfeksi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved