Efek Rumah Kaca dan Gas-gas di Atmosfer beserta Persentase Kontribusinya

Akhir-akhir ini suhu bumi terasa semakin panas. Ketahui tentang Efek Rumah Kaca dan Gas-gas di Atmosfer beserta Persentasi Kontribusinya.

Tayang:
Editor: Rizka Desri Yusfita
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi suhu panas - Akhir-akhir ini suhu bumi terasa semakin panas. Ketahui tentang Efek Rumah Kaca dan Gas-gas di Atmosfer beserta Persentasi Kontribusinya. 

TRIBUNPADANG.COM - Akhir-akhir ini suhu bumi terasa semakin panas.

Meningkatnya suhu bumi diduga karena kebiasaan manusia yang memanfaatkan pendingin ruangan ataupun banyak memakai kendaraan yang menyebabkan polusi.

Kondisi ini yang membuat lapisan ozon semakin menipis.

Selain itu, juga dikarenakan pihak oknum tertentu yang mencoba untuk membuat lahan dengan cara membakar hutan, peristiwa seperti ini juga membuat bumi menjadi semakin panas dan menjadi salah satu dampak negatif dari rumah kaca.

Baca juga: Info Cuaca Sumbar: Malam Hari Potensi Hujan Sedang-Lebat Guyur Sijunjung Dharmasraya, dan Solsel

Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa Kota Padang, BPBD Imbau Masyarakat Waspadai Pohon Tumbang dan Papan Baliho Roboh

Dilansir dari sumber.belajar.kemdikbud.go.id, efek rumah kaca merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi memiliki efek seperti rumah kaca, dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi.

Gas-gas di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2) dapat menahan panas matahari sehingga panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi.

Normalnya, pada siang hari matahari menyinari bumi sehingga permukaan bumi menjadi hangat, dan pada malam hari permukaan bumi mendingin.

Akan tetapi, akibat adanya efek rumah kaca, sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer.

Inilah mengapa bumi menjadi semakin hangat dari tahun-ketahun.

Penyebab efek rumah kaca adalah gas-gas rumah kaca.

Berikut ini gas-gas di atmosfer beserta persentasi kontribusinya pada efek rumah kaca:

Uap air (H2O), 36-70 persen
Karbon dioksida (CO2), 9-26 persen
Methana (CH4), 4-9 persen
Ozon (O3), 3-7 persen
Nitrous Oxide (N2O)
CFC dan HFC

Gas-gas diatas diatas diperlukan juga agar bumi tidak terlalu dingin, akan tetapi sejak revolusi industri, gas-gas seperti karbon dioksida, methana, dan gas berbahaya lainnya menjadi semakin bertambah di atmosfer sehingga konsentrasinya makin meningkat akibat ulah manusia.

Jika konsentrasi gas-gas rumah kaca makin meningkat di atmosfer, maka efek rumah kaca akan semakin besar.

Efek rumah kaca sejatinya dibutuhkan untuk menjaga suhu bumi, supaya perbedaan suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar.

Namun efek rumah kaca yang berlebihan akan menyebabkan pemanasan global dimana suhu di bumi akan naik secara signifikan yang ditandai dengan hal-hal antara lain mencairnya es di kutub, rusaknya ekosistem, naiknya ketinggian permukaan air laut dan perubahan iklim yang ekstrim.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca antara lain :

Pertama, efisiensi penggunaan energi listrik, dengan mematikan lampu yang tidak digunakan serta mencabut alat elektronik dari sumber listrik.

Kedua, mengendalikan jejak karbon dengan mengurangi frekuensi menggunaan kendaraan bermotor pribadi.

Ketiga, mengurangi penggunaan air minum dalam botol kemasan dan sedotan plastik. Gunakan tempat minum dan sedotan yang dapat dipakai ulang.

Keempat, mengelola sampah yang dihasilkan dengan mengolah sampah menjadi kompos dan memisahkan sampah organik dan nonorganik.

Kelima, kurangi penggunaan kertas dengan cara mencetak bolak balik atau menggunakan kertas bekas.

(sumber.belajar.kemdikbud.go.id) 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved