Kelas 5 Tema 9
Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman : Mengapa Slime Disebut Sebagai Zat Campuran?
Simak pembahasan soal dan kunci jawaban tema 9 kelas 5 SD halaman 196 Kegiatan Literasi. Mengapa Slime Disebut Sebagai Zat Campuran?
TRIBUNPADANG.COM - Simak pembahasan soal dan kunci jawaban tema 9 kelas 5 SD halaman 196 Kegiatan Literasi.
Jawaban pada artikel ini dapat digunakan orang tua sebagai pedoman untuk mengawasi anak belajar di rumah.
Para siswa diharap dapat menjawab dengan jawabannya sendiri terlebih dahulu.
Kemudian gunakan jawaban pada artikel ini untuk mengoreksi.
Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 3 Tema 8: Apakah Buku SKU Tersebut Berbentuk Persegi atau Persegi Panjang?
Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 5 SD/MI Halaman 57: Apa yang Terjadi pada Air di Loyang Berisi Batu Bata?
Berikut Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 SD Halaman 196:
Bacaan 3
Kompetisi Pembuatan Slime
Jam istirahat sekolah dimanfaatkan Rani dan Dhia untuk membaca majalah. Mereka membaca majalah di taman sekolah. Saat sedang membaca majalah, mereka tertarik dengan iklan salah satu mainan yang sedang marak, yaitu slime. Selain iklan slime, majalah juga menampilkan iklan pensil. Rani dan Dhia mencermati iklan di majalah dengan saksama. Berikut iklan yang dibaca Rani dan Dhia.
Iklan 1 menginformasikan slime dengan merek Mala. Slime Mala memiliki kelebihan yaitu lembut, kenyal, dan tidak berbahaya. Slime Mala tersedia aneka warna. Iklan tersebut juga menginformasikan toko yang membuat slime Mala.
Pembaca yang tertarik membeli slime Mala sanggup menghubungi nomor yang tercantum dalam iklan. Sementara itu, iklan 2 menginformasikankan pensil Jojo. Pensil Jojo yaitu pilihan sempurna untuk ujian. Pensil Jojo mempunyai kelebihan tidak gampang patah.
“Lihat Dhia, ini iklan slime! Hebat ya, Mala bisa mempunyai produk slime. Umur Mala seumuran dengan kita lo, Dhia,” kata Rani.
“Iya, Ran. Kemarin saya juga membaca profil Mala. Awalnya, Mala membuat slime lantaran ia suka bereksperimen. Teman-teman Mala tertarik dengan slime buatannya. Kemudian, Mala menjual slime buatannya kepada temantemannya.
Lama-kelamaan banyak orang memesan slime kepadanya. Saat ini dia sudah mempunyai beberapa karyawan yang membantu proses pengemasan slime. Karena Mala harus sekolah, perjuangan slime di rumahnya dikoordinasi oleh ibunya,” terang Dhia.
“Hebat ya, kecil-kecil sudah punya usaha,” kata Rani.
“Iya, siapa tahu slime buatan kita besok mempunyai banyak pelanggan,” kata Dhia sambil tertawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/tematik-20-4-22-4.jpg)