Banjir di Sijunjung
Banjir di Sijunjung dan Kamang Baru, Air Meluap ke Rumah Warga, Ketinggian Capai 1 Meter
Diketahui, terdapat dua nagari yang terdampak banjir tersebut, yaitu Nagari Kamang dan Nagari Kunangan Parik Rantang (Kunpar).
Penulis: Hafiz Ibnu Marsal | Editor: afrizal
TRIBUNPADANG.COM- Ketinggian banjir yang meluap hingga ke rumah warga di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat mencapai satu meter.
Banjir merendam ratusan rumah warga yang ada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Sijunjung dan Kecamatan Kamang Baru.
Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur daerah Sijunjung dan sekitarnya sejak malam hingga Senin (18/4/2022) pagi.
Informasi yang dihimpun TribunPadang.com, hujan mengakibatkan sungai di daerah tersebut tidak dapat menampung air, sehingga meluap ke rumah warga dengan ketinggian mulai dari setinggi mata kaki dan ada juga setinggi 1 meter.
Baca juga: Berkumpul di Rumah Kosong Saat Bulan Puasa, Enam Remaja Diamankan Satpol PP Kabupaten Sijunjung
Baca juga: Pendaftar Calon Jamaah Haji Menurun di Sijunjung Tahun 2021, Efek Covid-19 dan Lamanya Masa Tunggu
Camat Kamang Baru, Nasruddin menyebut, ratusan rumah warga terendam air, akibat banjir tersebut.
"Hingga kini air masih menggenangi rumah warga, tetapi sudah mulai surut," ungkapnya saat dihubungi TribunPadang.com.
Ia menjelaskan, warga yang rumahnya terendam air tersebut, mengeluarkan dan mengevakuasi barang-barang yang berada di dalam rumah ke tempat yang kering.
Diketahui, terdapat dua nagari yang terdampak banjir tersebut, yaitu Nagari Kamang dan Nagari Kunangan Parik Rantang (Kunpar).
Pada Nagari Kamang terdapat lima jorong yang terendam air, di antaranya, Jorong Kamang Makmur, Jorong Kamang Sentosa, Jorong Batang Kariang, Jorong Simpang Kamang dan Jorong Kamang Abadi.
Sementara, di Nagari Kunpar, daerah yang terendam banjir yaitu Sungai Tenang.
Selain itu, pada Kecamatan Sijunjung, terdapat juga dua nagari yang terdampak hujan deras semalam, yaitu Nagari Aia Angek dan Nagari Paruh.
Di Nagari Aia Angek, banjir berdampak di Jorong Silabau, Jorong Tanggalo dan Jorong Kapalo Koto.
Selanjutnya, pada Nagari Paruh di Jorong Batu Ranjau terdapat pohon tumbang dan beberapa titik longsor.
Hingga saat ini akses jalan ke nagari tersebut belum bisa dilewati dan masyarakat sudah mencoba membersihkan material longsor dan batang pohon tersebut.
Diketahui juga, aliran listrik di daerah tersebut saat ini mati, sehingga jaringan komunikasi terganggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Banjir-sijunjung.jpg)