Begini Cara Mudah Membuat Pisang Kapik untuk Menu Berbuka Puasa

Membuat pisang kapik untuk menu berbuka puasa ternyata tidaklah sulit. Seorang pedagang pisang kapik di Pasar Ateh Kota Bukittinggi, Anik membeberkan

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri
Proses memanggang pisang kepok atau pisang batu untuk membuat panganan pisang kapik khas Bukittinggi, Minggu (17/4/2022) 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Muhammad Fuadi Zikri

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Membuat pisang kapik untuk menu berbuka puasa ternyata tidaklah sulit.

Seorang pedagang pisang kapik di Pasar Ateh Kota Bukittinggi, Anik membeberkan resepnya.

Pertama-tama Tribunners hanya perlu menyediakan beberapa buah pisang kepok atau pisang batu.

Baca juga: Elvirawaty Kembali Bagikan 40 Porsi Makanan Gratis, Bagi yang Berpuasa di Balaimansiang Kota Padang

Baca juga: Pisang Kapik, Jajanan Tradisional di Bukittinggi yang Jadi Favorit untuk Berbuka Puasa

Agar lebih nikmat, carilah buah pisang yang masih mengkal atau pisang yang setengah matang sebagai bahan baku utama.

"Sebenarnya yang masak juga bisa, tapi hasilnya nanti agak lembek," ungkap Anik kepada TribunPadang.com, Minggu (17/4/2022). 

Sebagai bahan campuran, cukup sediakan parutan kelapa dan gula aren cair serta beberapa helai daun pandan.

85 Persen Calon Jemaah Haji Bukittinggi Sudah Vaksinasi Covid-19, Bahkan Ada Booster

Baca juga: 283 Jemaah Haji Tahun 2020 di Bukittinggi Berhak, Berangkat Musim Haji Tahun 2022

Langkah pertama, kata Anik, panggang pisang kepok yang telah dikupas di atas bara api sekitar 15 menit atau hingga warna pisang kecoklatan.

Lalu, menjelang pisang matang, siapkan bahan campurannya dengan mengaduk parutan kelapa dengan gula aren cair.

"Ini nama di sini 'inti', campuran untuk pisang kapiknya," imbuhnya.

Baca juga: Populer Sumbar: Sandiaga Uno di Bukittinggi, Surplus Minyak Goreng Curah, Produksi Minyak Tanak

Baca juga: Tak Hadir Bersama Wapres Luhut Binsar Pandjaitan Ikut Acara Gernas BBI di Bukittinggi secara Virtual

Parutan kelapa yang diaduk dapat diberi secabik daun pandan agar wangi dan sedikit garam untuk penyeimbang rasa.

"Pisang yang telah matang tadi, diangkat dan lalu di 'kapik" atau digeprek hingga pipih," ujar Anik.

Selanjutnya parutan kelapa yang telah tercampur rata dengan gula aren cair ditaburi di atas pisang yang telah digeprek.

Setelah itu, panganan tradisional itupun sudah dapat dinikmati. 

"Selain pakai parutan kelapa, bisa juga menggunakan coklat tambah keju, atau lainnya tergantung selera. Tapi yang ini adalah yang aslinya," tambah Anik.

Jajanan yang satu ini tak lagi banyak yang menjualnya. 

Di Kota Bukittinggi sendiri yang beberapa pedagang yang menjual dan itupun bisa ditemui di kawasan pasar atas.

Soal harga, harga pisang kapik ini dibanderol dari Rp5.000 hingga Rp8.000 per buah tergantung besarannya. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved