Berita Populer Sumbar
POPULER SUMBAR: Sholat Tarawih Berjamaah di Masjid Raya Sumbar, Mengenal Masjid Raya Pariaman
Simak berita Populer Sumbar yang tayang selama 24 jam terakhir di TribunPadang.com. Ada berita tentang Warga Bersyukur Bisa Shalat Tarawih Berjamaah
Di Kota Pariaman, Sumatera Barat, terdapat sebuah masjid batu dengan usia sudah ratusan tahun.
Tempat ibadah ini merupakan masjid batu tertua yang ada di Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Masjid Raya Pariaman tercatat sebagai cagar budaya dengan nomor inventaris 34/BCB-TB/A/2007.
Baca juga: Mengenal Masjid Usang Pasie, Bukti Syiar Islam yang Sudah Ada Sejak Awal Masa Perang Padri
Baca juga: Seseorang di Bukittinggi yang Diringkus Polisi: Diduga juga Terlibat Aksi, Maling Kotak Infak Masjid
Sekilas, bangunan luar masjid ini terkesan modern karena dipenuhi tembok.
Namun, ternyata di bagian dalam masjid akan tampak ornamen kuno seperti ukiran-ukiran yang ada di dalam masjid.
Hal itulah yang menunjukan bahwa bangunan ini termasuk bangunan tua.
Baca juga: Mengenal Masjid Tablighiyah Garegeh Bukittinggi, Pernah Diresmikan Bung Hatta dan Buya Hamka
Baca juga: Masjid Jamik Mandiangin, Kota Bukittinggi Direnovasi, Syahrizal: Target Rampung 2027 Mendatang
Masjid Raya Pariaman diketahui diprakarsai oleh seorang ulama besar saat itu, yakni Syekh Muhammad Jamil.
Ketua pengurus Masjid Raya Pariaman yang juga seorang cicit dari Muhammad Jamil, Amhar Jamil (64) memperkirakan, masjid ini berdiri sekitar tahun 1883 masehi.
Hal itu artinya masjid ini sudah berdiri sejak 139 tahun dalam kalender masehi.
Amhar menjelaskan bahwa masjid ini tidak pernah sekalipun direnovasi, melainkan hanya dipoles di bagian-bagian tertentu saja, misalnya peremajaan cat bangunan, atau penambahan keperluan lainnya.
Sejak dulunya masjid ini masih dengan bangunan yang sama, termasuk arsitektur atau ornamen-ornamennya.
Kata Amhar, masjid ini dulu diprakarsai oleh kakek buyutnya yaitu Syekh Muhammad Jamil, dan juga dibantu oleh masyarakat setempat.
Bangunan luar masjid ini berwarna putih dan hijau, untuk kapasitas masjid ini dapat menampung sekitar 600 orang jamaah dalam waktu yang bersamaan.
Amhar mengungkapkan, dahulunya masjid raya Pariaman ini bernama Masjid Pasa (Pasar) Pariaman, dan kini sudah berubah nama menjadi Masjid Raya Kota Pariaman.
"Masjid ini awalnya bernama Masjid Pasa (pasar) Pariaman, seiring berjalannya waktu dan pertukaran pemerintahan. Waktu itu zamannya Bupati Anas Malik, jadi pertukaran nama masjid seiring Anas Malik mendirikan kota administratif yaitu Kota Pariaman," ungkap Amhar beberapa waktu lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Masjid-Raya-Sumbar-Kota-Padang-Sumatera-Barat-Sabtu-242022.jpg)