Sampah di Pantai Padang

Update Sampah Kembali, Terlihat di Kawasan Pantai Muaro Lasak Kota Padang

Sampah kembali terlihat memenuhi kawasan bibir Pantai Muaro Lasak, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (7/3/2

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Sampah kembali terlihat memenuhi kawasan bibir Pantai Muaro Lasak, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (7/3/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sampah kembali terlihat memenuhi kawasan bibir Pantai Muaro Lasak, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (7/3/2022).

Sampah masih menjadi masalah atau pekerjaan rumah untuk masyarakat dan pemerintahan di Kota Padang, Provinsi Sumbar.

Pantauan TribunPadang.com, terlihat sampah berserakan di kawasan pantai ini.

Walaupun tidak menggunung, sampah ini jelas terlihat berserakan di kawasan bibir pantai dekat Tugu Merpati Perdamaian.

Sampah ini terdiri dari sampah batok kelapa muda, kantong plastik, botol-botol, kayu, dan lainnya.

Baca juga: Tumpukan Sampah di TPA Kabupaten Agam Terbakar, Api Diduga Berasal dari Puntung Rokok

Sampah kembali terlihat memenuhi kawasan bibir Pantai Muaro Lasak, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (7/3/2022).
Sampah kembali terlihat memenuhi kawasan bibir Pantai Muaro Lasak, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (7/3/2022). (TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR)

Baca juga: Pasca Banjir Bukittinggi, Warga Bersama Petugas Damkar Bersihkan Lumpur dan Sampah Sisa Banjir

Bahkan, juga terlihat sampah sisa makanan seperti dari langkitang dan pensi.

Walaupun sudah ada tanda larangan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Namun, pada bagian pinggir setiap batu grip terdapat sampah kelapa muda.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Eri Sanjaya, mengatakan terkait sampah di kawasan pantai ada beberapa faktor yang berpengaruh.

"Terkait pengelolaan sampah di objek wisata dan pemeliharaan K3 (Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban) ada beberapa faktor pengaruh," kata Eri Sanjaya.

Mantan Camat Padang Barat ini mengatakan faktor yang mempengaruhi adalah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang.

"Ada juga pengaruh Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang ada di Kelurahan dan Kecamatan," katanya.

Terkait sampah ini harus ada kolaborasi antara petugas lapangan Dinas Pariwisata, DLH, dan LPS.

"Selanjutnya, diharapkan kepedulian pedagang kaki lima(PKL) yang berjualan di lokasi wisata dan pengunjung lokasi wisata," katanya.

Ia juga berharap adanya kesadaran masyarakat dalam memelihara K3 baik yang tinggal di lokasi wisata maupun yang tinggal di sepanjang aliran sungai.

"Apalagi kalau turun hujan, aliran sungai membawa sampah dan bermuara ke pantai," katanya.

Oleh karena itu, Eri Sanjaya, akan mengatasi permasalahan sampah ini dengan meningkatkan pengawasan dam sinergitas antara Dinas Pariwisata dengan DLH, petugas K3, dan PKL.

"Semua itu untuk mengatasi permasalahan sampah di kawasan Tepi Laut (Taplau)," katanya.(TribunPadang.com/Rezi Azwar)

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved