Dinas Perdagangan Padang Pastikan Stok Minyak Goreng Ada, Andree Algamar: Hanya Tinggal Penyaluran

Dinas Perdagangan Padang memastikan stok minyak goreng tersedia di tengah isu kelangkaan. 

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM/M FUADI ZIKRI
Ilustrasi: Minyak goreng secara eceran yang dijual di Kota Bukittinggi 

Laporan Wartwan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dinas Perdagangan Padang memastikan stok minyak goreng tersedia di tengah isu kelangkaan. 

Kepala Dinas Perdagangan Padang Andree Algamar mengaku sudah melapor pada Pemerintah Provinsi Sumbar dan Kemendag, Senin (21/2/2022).

"Kami sudah koordinasikan dengan Pemprov dan Kemendag terkait persoalan ketersediaan minyak goreng ini," katanya.

Baca juga: Update Harga Minyak Goreng di Sijunjung Naik Lagi, Pedagang Pasar Sijunjung Jual Rp 18.000 Per Liter

Baca juga: Minyak Goreng Langka, Pedagang Pasar Raya Padang: Sekarang Stok Sedikit, Harga tak Menentu

Setelah pelaporan ini, Andree mengutarakan pihaknya akan menunggu kordinasi antara Pemprov dan Kemendag dengan distributor untuk ketersediaan ini.

"Stok untuk Kota Padang ada, hanya saja tinggal penyaluran," terangnya.

Kendati stok yang masih dikeluhkan pedagang ini, Andree membeberkan persoalan harga tetap harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kalau ada yang belum sesuai nanti akan kami ingatkan lagi," jelasnya.

Baca juga: Pedagang Pasar Raya Padang Kesulitan Mendapatkan Minyak Goreng dari Distributor, Harga Belum Stabil

Andree menyampaikan bahwa harga HET minyak goreng ini juga berlaku untuk retail.

"Untuk retail yang belum menjual sesuai HET minyak goreng juga sudah kami tegur," paparnya.

Ia mangaku persoalan HET minyak goreng ini pihaknya setiap hari selalu melakukan pengecekan.

Pengecekan tersebut langsung dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kota Padang pada para pedagang baik di pasar tradisional maupun retail yang tersedia di Kota Padang.

Sedangkan untuk persoalan pengaduan hotlinemigor@kemendag.go.id, menurut Andree datanya langsung dihimpun di Kemendag pusat.

"Kalau hotline pengaduan pedagang itu langsung datanya ada di Kemendag," tuturnya. (*)
 
 
 
 

BalasTeruskan

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved