Harimau di Pasaman Barat

Pengamat Satwa Wilson Novarina Ungkap Penyebab Harimau Sering Muncul di Sumbar

Pengamat Satwa, Wilson Novarina mengungkap penyebab harimau sering muncul di sejumlah wilayah Sumbar.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
IG @infopasbar_
Kemunculan harimau di sekitar hutan 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Pengamat Satwa, Wilson Novarina mengungkap penyebab harimau sering muncul di sejumlah wilayah Sumbar.

Ia menyebut, pada banyak kisah atau cerita rakyat, perjumpaan manusia dengan harimau sudah berlangsung sejak lama. 

Secara tradisional masyarakat Sumatera Barat bahkan telah mengenal adanya harimau Pasaman, harimau Agam, dan harimau Pasisia. 

Baca juga: Update Kemunculan Harimau Hadang Alat Berat di Pasaman Barat, BKSDA Pasang Kamera Pengintai

Baca juga: Camat Lembah Melintang: Lokasi Kemunculan Harimau Sumatera di Pasaman Barat Jauh dari Pemukiman

"Penamaan tersebut tentunya berdasarkan adanya perjumpaan dan mungkin juga adanya perbedaan yang bisa dikenali oleh para leluhur," kata Wilson, Rabu (19/1/2022).

Wilson menjelaskan, Harimau Sumatera tersebar dari Aceh sampai dengan Lampung, baik pada hamparan hutan yang luas, hutan yang terfragmentasi/terisolasi, hutan di sepanjang aliran sungai, bahkan di daerah hutan yang berbatasan dengan perladangan dan pemukiman. 

Sebagai hewan pemangsa, harimau membutuhkan daerah jelajah yang luas baik untuk memenuhi kebutuhannya akan pakan, ataupun  penguasaan wilayah terkait aktivitas berbiak dan membesarkan anaknya. 

Pada daerah hutan yang sempit atau terfragmentasi, maka untuk  pemenuhan kebutuhannya,  menyebabkan harimau terkadang harus ke luar dari hutan untuk menuju daerah berhutan lainnya. 

Baca juga: UPDATE Harimau Adang Alat Berat di Pasaman Barat, Camat: Datang Tiba-tiba dan Tidak Mau Pergi

Baca juga: Viral Harimau Muncul di Kabupaten Pasaman Barat, Kamera Video Disorot dari Atas Alat Berat

"Pada saat inilah kemungkinan perjumpaan manusia dengan harimau menjadi semakin meningkat," ungkap Wilson.

Pada kondisi normal, lanjutnya, biasanya perjumpaan ini tidak menjadi suatu permasalahan yang serius. 

Permasalahan baru akan muncul ketika harimau yang berjumpa dengan manusia tersebut dalam kondisi tidak normal.

Seperti adanya cacat pada fisik, tingkah laku yang telah berubah, stress (adanya tekanan fisiologis), yang semuanya juga berawal karena adanya gangguan pada kondisi alaminya.

Penyimpangan perilaku pada harimau sehingga mengakibatkan ancaman bagi manusia, bisa saja berawal dari terganggunya habitat tempat tinggal mereka. 

Perubahan wilayah hutan menjadi area pemukiman, perkebunan, pertambangan dan jaringan jalan bisa mempersempit habitat yang dapat dihuni oleh harimau

Karenanya harimau menjadi semakin sering bisa terlihat, baik pada saat mereka masih berada pada habitatnya, ataupun pada saat mereka berpindah antara wilayah hutan. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved