Breaking News:

Murid SD di Padang Keracunan

Uji Sampel Makanan yang Sebabkan Keracunan Massal di SDN 29 Gunung Sarik, BPOM: Butuh Waktu 7 Hari

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPOM Kota Padang Firdaus Umar saat dihubungi pihak TribunPadang.com, Kamis (13/1/2022).

Penulis: Panji Rahmat | Editor: afrizal
TRIBUNPADANG.COM/RAHMAT PANJI
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Padang Firdaus Umar, meninjau lokasi terkait keracunan makanan, yang menimpa murid SD Negeri 29 Gunung Sarik Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (11/1/2022) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Sampel makanan yang menyebabkan puluhan murid SDN 29 Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang dan warga setempat muntah-muntah masih diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Padang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPOM Kota Padang Firdaus Umar saat dihubungi pihak TribunPadang.com, Kamis (13/1/2022).

Firdaus mengatakan bahwa sampel itu sudah berada di Balai BPOM Kota Padang.

Baca juga: Ibu Hamil yang Keracunan Makanan Setelah Jajan di Depan SDN 29 Gunung Sarik Padang Makin Membaik

Baca juga: Pasca Keracunan Massal, Orang Tua Murid SDN 29 Gunung Sarik Tunggu Anak hingga Jam Pulang Sekolah

"Kami masih dalam melakukan uji labor terkait sampel yang diambil dari pedagang diduga sebagai penyebab keracunan murid SD Negeri 29 Gunung Sarik," bebernya.

Diketahui sampel itu diambil dari penjual bakso bakar yang diduga menjadi penyebab keracunan massal murid SD Negeri 29 Gunung Sarik dan warga setempat, Selasa (11/1/2022).

"Kami butuh waktu tujuh hari untuk melakukan pengujian ini sebelum bisa memastikan jenis racun apa yang menjadi penyebabnya," jelas Firdaus.

Sebelumnya diketahui pihak BPOM Kota Padang butuh pengujian terlebih dahulu terkait keracunan yang dialami murid SD Negeri 29 Gunung Sarik.

Pengujian tersebut harus bersifat spesifik jadi memakan waktu yang cukup lama nantinya.

"Kalau seandainya sampel menunjukan keracunan bahan berbahaya kami bisa cepat mengidentifikasinya. Namun jika disebabkan oleh microba kami butuh waktu pengujian lebih kurang 5-7 hari," beber kepala BPOM Kota Padang, Selasa (11/1/2022) lalu.

Pihaknya juga sedang memastikan apa saja gejala yang dideteksi oleh pihak rumah sakit karena itu berhubungan dengan sampel dugaan bahan berbahaya yang ada di dalam makanan tersebut.

Baca juga: Polisi Periksa Pedagang Bakso Bakar Terkait Puluhan Murid SD Keracunan di Padang

"Sekarang kami harus kumpulkan dulu semua sampel dan gejala dari pihak RSUD agar bisa memastikan bahan berbahaya apa yang menyebabkan keracunan murid SD ini," bebernya.

Kendati demikian Firdaus melihat bahwa situasi ini dengan makanan bakso bakar biasanya bahan berbahaya mengandung microba, namun ia tetap harus melakukan uji labor untuk memastikannya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved