BPN Klaim Pembebasan Lahan Tol Padang-Pekanbaru Capai 50 Persen hingga Akhir 2021

Sejauh ini, pembebasan lahan sudah mencapai 50 persen dari jumlah bidang tanah 1.486 bidang

Tayang:
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Kakanwil ATR/BPN Sumbar Saiful saat ditemui, Senin (13/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Proses pembebasan lahan Tol Padang-Pekanbaru seksi Padang-Sicincin terus berjalan.

Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol tersebut sudah mencapai 50 persen.

"Sejauh ini, pembebasan lahan sudah mencapai 50 persen dari jumlah bidang tanah 1.486 bidang," kata
Kakanwil ATR/BPN Sumbar, Saiful, Senin (13/12/2021).

Baca juga: Progress Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Kita Agak Sulit Masuk Spot yang Melalui Pemukiman Warga

Baca juga: Konstruksi Tol Padang-Sicincin Capai 45,52 Persen, HK: akan Ada Kios untuk Pelaku Usaha Kecil

Saiful menyampaikan pengukuran tanah sudah selesai dilakukan. Hanya saja, untuk pembayaran uangnya terbatas.

Ia menyebut sepanjang 2021 ini sudah dibayarkan lebih kurang Rp150 miliar. 

Dalam waktu dekat, kata Saiful, BPN akan segera membayarkan uang ganti rugi pembebasan lahan sebesar Rp 23 miliar.

"Sudah keluar lagi persetujuan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sebesar Rp 23 miliar untuk 40 bidang tanah dan akan dibayarkan sebelum akhir tahun," ucap Saiful.

Ia mengatakan pembayaran ganti rugi lahan dilakukan secara berangsur-angsur.

Baca juga: BPN Sumbar Bayarkan Uang Ganti Untung Lahan Tol Padang-Pekanbaru Seksi I

Saat ini pihaknya tengah menunggu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan lahan  bersurat ke BPN, kemudian akan dilakukan percepatan pembayaran di lapangan. 

Ia menargetkan ganti rugi lahan masyarakat yang terdampak jalan tol secepatnya dibayarkan.

"Kami sebagai pelaksana siap, karena secara administrasi, sudah banyak yang melengkapi, tapi ada juga yang masih perlu dilengkapi," terangnya.

Saiful memastikan ganti rugi lahan masyarakat akan dibayar. Ia meminta masyarakat jangan ragu-ragu. 

"Terhambat iya, ada hal yang secara teknis sudah selesai tapi administrasi tidak selesai, di Minangkabau ini spesifik," ujar Saiful. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved