Breaking News:

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Optimistis Ponpes Berkembang, Terima Bantuan Mesin Bajak Sapi

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Buya Ali Basar mengucapkan terima kasih kepada Wamentan dan rombongan, Wagub dan Kakanwil Kemenag Sumatera

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.KEMENAG SUMBAR
Kunjungan kerja Wamentan RI Harvick Hasnul Qalbi di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur, Sabtu (27/11/2021) petang 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Buya Ali Basar mengucapkan terima kasih kepada Wamentan dan rombongan, Wagub dan Kakanwil Kemenag Sumatera Barat (Sumbar).

Ungkapan terima kasih menyusul telah memilih pesantren sebagai tempat kaderisasi petani milenial pada momentum istimewa penyambutan Kunker Wamentan RI Harvick Hasnul Qalbi di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur, Sabtu (27/11/2021) petang pukul 16.05 WIB.

Rilis dari Kemenag Sumbar yang diterima redaksi Senin (29/11/2021), menyebutkan Pimpinan pondok yang lekat dengan panggilan Buya ini mengaku ingin menjadikan pesantren asuhannya, sebagai pesantren berbasis pertanian.

Pihaknya meyakini bahwa tanah di negerinya sangat mudah ditumbuhi sayur dan tanaman pangan lainnya.

"Semoga pak wamen bisa juga membawa menteri dan presiden kita ke pondok pesantren, washilah kita pak wamen," ujarnya.

Baca juga: Wamentan RI Kunjungi Ponpes di Sumbar, Dorong Korporatasi Pertanian Berbasis Pesantren

Kunjungan kerja Wamentan RI Harvick Hasnul Qalbi di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur, Sabtu (27/11/2021) petang
Kunjungan kerja Wamentan RI Harvick Hasnul Qalbi di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur, Sabtu (27/11/2021) petang (ISTIMEWA/DOK.KEMENAG SUMBAR)

Baca juga: Dharma Wanita Kanwil Kemenag Sumbar Raih Harapan I Lomba Video Pendek, Juara I Kanwil Kemenag Jateng

Pondok pesantren ini berdiri dari 1926, saat ini adalah satu-satunya pesantren yang terletak di ambung kapur, sambung Buya Ali Basar.

"Walau kampus 2 nya berbukit. terhitung, santri/wati saat ini sebanyak 750 orang, dengan jumlah tenaga guru dan pembinanya 30 orang lebih serta guru umum 30 juga. maka total guru pondok berjumlah 70 orang." Rincinya.

Saat ini ditengah keterbatasan sarpras yang tidak luas, pondok pesantren sudah punya 30 kelas.

"Seharusnya asramanya 60, karena tiap kelas berjumlah 30, maka jika ditempatkan setiap asrama 15 orang sudah sempit. Tapi apa daya, kemampuan kami membangun cuma segitu. Itupun sudah dibantu oleh Kakanwil kemenag, kalau tidak dibantu, tidak juga berdiri bangunan ini, maka kami mohon pada bapak wamen, bagaimamana meningkatkan pondok ini," harapnya.

Buya Ali mengharapkan dengan kedatangan Wamentan akan memberikan motivasi tersendiri untuk menghidupkan seluruh pondok pesantren yang ada di Padang Pariaman.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved