Opini Citizen Journalism
Kerja sama Tiga Tungku Penopang Peradaban: Pemko-Kampus-Masyarakat
PERGURUAN Tinggi (PT) adalah pusat kecemerlangan dalam hal ilmu dan pengetahuan, yang meliputi tiga tugas pokok staf pengajar (dosen) di sebuah pergur
Oleh Harfiandri Damanhuri, Tim Perumus Saran & Kebijakan, Wali Kota Padang/Dosen FPIK Universitas Bung Hatta
ADA tiga tugas pokok staf pengajar atau dosen di sebuah perguruan tinggi negeri/swasta, yang meliputi pertama; melaksanakan proses pendidikan yang baik dan benar.
Kedua, dalam hal melakukan penelitian, uji coba, rekayasa, permodelan, pendampingan dan pertunjukan.
Hasil dari penelitian tersebut harus dipublikasikan dan dokumentasikan (jurnal dan buku), agar kajian ilmiah tersebut bisa menjadi rujukan. Yakni, pedoman dan arahan dalam membangun negeri, masyarakat, lingkungan dan peradaban.
Ketiga, setiap staf pengajar juga berkewajiban melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM).
Baca juga: Tim Pengabdian Masyarakat UNP Adakan Workshop, dan Aksi Bersih Lingkungan di Muara Siberut, Mentawai
• Pengabdian UNP Ajak Anak Pesisir Kenali Profesi Wartawan, Azmi Fitrisia: Kembangkan Imajinasi Karya
Ditinjau dari sejarah berdirinya lembaga pendidikan di Indonesia, kiranya belumlah banyak sumbungan ilmu pengetahuan yang diberikan oleh sebuah universitas atau perguruan tinggi.
Utamanya, dalam rangka membangun masyarakat, lingkungan dan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing, khususnya untuk Kota Padang.
Untuk itu Bappeda Kota Padang sebagai think tank dari Wali Kota, mencoba mengambil inisiatif dan peran.
Sementara itu, Bappeda Kota Padang melalui Bidang Kelitbangan mencoba mengajak dan mempertemukan.
Upaya yang dilakukan secara bersama-sama melalui wadah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dalam satu target tertentu.
Yakni, agar kegiatan penelitian yang dilakukan oleh staf pengajar di PT yang didanai oleh dana Hibah DIKTI, dana Konsultansi, dana Swakelola di PT masing-masing yang mampu diraih oleh para staf pengajar.
Dana yang relatif cukup besar dan berkelanjutan untuk diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat.
Khususnya, masyarakat yang terdekat dengan dunia pendidikan dalam hal ini, kampus dan komunitas akademika berada dan beraktifitas sehari-hari.
Selain keterlibatkan staf pengajar PT, satu di antara komponen peserta didik adalah generasi muda yang kreatif, inovatif dan energik dari masing-masing PT.
Baca juga: Pengabdian Kepada Masyarakat Prof Dr Herwandi MHum, Izin Pemakaian Motif Batik Karya Sendiri
Baca juga: Dosen Fakultas Pertanian Unand Pengabdian Kepada Masyarakat, Bina dan Dampingi Usaha Hidroponik
Melalui Program KKN PPM dan Program MB dan KM dapat menjadi pemantik, mendorong dalam mengimplementasi hasil penelitian langsung ke atau di lapangan, khususnya di 11 Kampung Tematik, Kota Padang.
Tujuannya kegiatan kerjasama tiga tungku (setara) ini adalah untuk memusatkan progam dan rencana aksi dalam pengembangan kawasan dan masyarakat.
Adapun progam dan rencana aksi diteerapkan di 11 kelurahan, guna meningkatkan kapasitas masyarakat, baik wawasan maupun keilmuannya.
Selanjutnya, upaya menumbuhkembangkan ekonomi masyarakat berbasis pada potensi lokal (kesejahteraan), serta meningkatkan status kesehatan, sanitasi.
Kemudian, perbaikan lingkungan, perbaikan/pengadaan sarana dan prasarana di 11 lokasi Kampung Tematik, yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Padang, melalui SK Penetapan.
Kerjasama tiga tungku menopang peradaban kehidupan manusia yang tujuan nya adalah untuk mencapai kehidupan menusia yang aman, makmur, sejahtera dan sentosa.
Tentu tujuan besar tersebut dapat tercapai dengan pengembangan ilmu pengetahuan secara teoritikal.
Utamanya, agar dapat menerapkan dan mengaplikasikan dan mengimplementasikan ilmu dan penemuan secara langsung di tengah masyarakat.
Kendati dalam penerapan berikutnya, ada juga yang melalui beberapa modifikasi dan penyesuaian di lapangan.
Tidak lupa juga bahwa staf pengajar di PT dapat juga melakukan penelitian/melakukan uji coba dari prototype, membuat model/rekayasa, TTG, pendampingan, manajemen kelembagaan ditengah masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan masalah yang dihadapinya.
Perubahan masyarakat kadangkala jauh lebih cepat terjadi, dari perubahan kebijakan yang berbasis pada penemuan-penemuan hasil riset dan ilmu pengetahuan.
Baca juga: Masa Jabatan Gubernur Sumbar Sisa 1 Bulan, DPRD Harap IP-NA Susun Blue Print 5 Tahun Pengabdian
Baca juga: UBH dan Unand Jadikan Nagari Kinari di Solok untuk Tempat Pengabdian Kepada Masyarakat
Tentu penemuan hal-hal baru kiranya dapat memudahkan dan memajukan kehidupan masyarakat.
Masyarakat mendapatkan dan merasakan manfaat dari pengembangan ilmu dan penerapan ilmu serta teknologi yang dihasilkan dari hasil kajian.
Serangkaian itu juga, hasil rancangan, hasil rekayasa, hasil simulasik dengan baik dan sistematis. Dengan perhitungan yang tepat - mendekati 99 % - tidak absolut.
Semoga pertemuan para pengurus LPPM ini dapat memicu-merubah peradaban kehidupan manusia, menuju era kehidupan yang lebih baik.
Dalam hal ini, melalui ilmu dan pengetahuan serta teknologi yang ditemukan di kampus-kampus, sebagai mana kampus adalah pusat ilmu pengetahuan.
Tidak salah pernyataan para ahli maunpun pakar bahwa kampus adalah pusat kecemerlangan ilmu pengetahuan.
Ilmu tidaklah elok, hanya tersimpan di perpustakaan, yang megah dan menjulang ibarat menara gading.
Akan tetapi, seyogyanya ilmu dan pengetahuan tersebut dapat merubah tatanan kehidupan menusia menuju kehidupan yang lebih baik, berakhlak mulia dalam peradaban manusia yang terdidik dan berilmu pengetahuan.
Serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kemanusiaan sebagai makhluk yang berakal dan berbudi serta berpengetahuan.
Harapannya agar dapat menjaga dan menjamin kemaslahatan kehidupan umat-manusia di muka bumi, yang semoga dapat terealisasi nantinya.(*/hd)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/awera-moda11.jpg)