Breaking News:

Pemerintah Upayakan Jamaah Bisa Berangkat Haji dan Umrah, Demi Pertimbangkan Pengusaha Travel

Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan berbagai upaya yang berorientasi pada kemudahan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah

Editor: Emil Mahmud
Tribunnews/Bahauddin R Baso/ MCH 2019
Ilustrasi: Pelaksanaan thawaf mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Makkah, beberapa waktu silam. 

TRIBUNPADANG.COM - Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan berbagai upaya yang berorientasi pada kemudahan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan upaya tersebut sekaligus mempertimbangkan keberlangsungan para pengusaha perjalanan travel haji dan umrah.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima audiensi dari Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) untuk mendengarkan aspirasinya terkait nasib para jamaah dalam 2 tahun terakhir belum bisa berangkat umroh.

"Sekalian membahas masalah perpajakan untuk jasa keagamaan, dan penerapan aturan turunan Undang-undang Cipta Kerja bagi usaha travel haji dan umroh," ujarnya, Selasa (16/11/2021).

Baca juga: Ongkos Umrah Diprediksi Naik hingga 30 Persen, Tambah Biaya Karantina hingga Pemeriksaan PCR

Sementara, Forum SATHU menjelaskan bahwa saat ini pelaku usaha di bidang penyelenggaraan umrah dan haji khusus, jumlahnya cukup besar.

Ada sebanyak 339 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), 1.504 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), dan 1.700 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) atau total ada 3.523 badan usaha dalam penyelenggaraan umrah dan haji, dengan perkiraan jumlah karyawan sebanyak 17.615 orang.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa sudah hampir 2 tahun jemaah haji dan umrah tidak berangkat, dan harapan masyarakat besar untuk bisa dibuka kembali pelaksanaan ibadah umrah dan haji.

Menko Airlangga menyampaikan, bahwa Pemerintah Arab Saudi telah memberikan sinyal untuk membuka kembali bagi jemaah umrah dan haji ke tanah suci.

"Sebagaimana telah disampaikan Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia melalui nota diplomatik yang dikeluarkan pada 8 Oktober 2021 lalu. Namun, hal ini masih perlu dibicarakan lebih lanjut antar kedua negara," pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Upayakan agar Jamaah Bisa Segera Berangkat Haji dan Umroh

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved