Breaking News:

Berita Ibadah Haji

Ongkos Umrah Diprediksi Naik hingga 30 Persen, Tambah Biaya Karantina hingga Pemeriksaan PCR

Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Budi Darmawan mengatakan, biaya umrah yang sudah ditetapkan sebesar Rp 26 juta diprediksi bakal bertambah.

Editor: Emil Mahmud
Tribun Manado
Ilustrasi: Ibadah Haji 

TRIBUNPADANG.COM - Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Budi Darmawan mengatakan, biaya umrah yang sudah ditetapkan sebesar Rp 26 juta diprediksi bakal bertambah.

Tambahan biaya ini dikarenakan adanya aturan karantina, pemeriksaan PCR, dan asuransi.

Menurutnya, peningkatan biaya umrah yang sebelumnya Rp 26 juta, akan naik jadi di atas Rp 30 jutaan.

Baca juga: Jadi Daya Tarik Wisatawan, Pemprov Mulai Canangkan Gerakan Pariwisata Sumbar Bersih

"Kemungkinan akan ada kenaikan 30 persen lagi. Jadi bisa di atas Rp 30 jutaan. Itu hanya sekadar gambaran yang harus dipersiapkan," kata Budi dalam diskusi virtual dikutip dari Kompas.com, Kamis (21/10/2021).

Aturan karantina dan PCR datang dari pemerintah Arab Saudi.

Jamaah Indonesia diharuskan melakukan karantina selama lima hari, melakukan pemeriksaan PCR, dan biaya asuransi.

"Kenaikan bukna dari harga paket. Tapi karena aturan-aturan yang dibuat baik itu dari karantinanya, PCR di Indonesia maupun asuransi, PCR yang harus diterapkan oleh pemerintah Saudi," ujarnya.

Dia mengimbau para jemaah yang sudah melakukan pembayaran biaya umrah kepada pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menghitung kembali.

"Sehingga jemaah-jemaah kemarin sudah melakukan pembayaran kepada pihak PPU juga harus menghitung kembali," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya umrah untuk para jemaah asal Indonesia sudah dibuka kembali.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved