Breaking News:

Mengenal Tugu Simpang 3 Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang

Mengenal Tugu Simpang 3 Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang yang merupakan bukti sejarah perlawanan pasca kemerdekaan. Mengingat kembali kenap

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Memperingati Hari Pahlawan Hima Sejarah STKIP PGRI Sumbar Lakukan Pengecatan ulang Tugu Simpang Tiga Sungai Sariak 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Mengenal Tugu Simpang 3 Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang yang merupakan bukti sejarah perlawanan pasca kemerdekaan.

Mengingat kembali kenapa tugu tersebut berdiri, ternyata ada cerita penting pada tahun 1946 di daerah tersebut.

Peristiwa tersebut awalnya terjadi pada 5 November 1946 saat terjadi kontak senjata antara pasukan patrol Belanda dengan kompi III Badai di dekat kampung Pagang yang menewaskan prajurit I Syafi'i dan dimakamkan di simpang 3 gunung sarik tersebut.

Baca juga: Memperingati Hari Pahlawan Hima Sejarah STKIP PGRI Sumbar Cat Ulang Tugu Simpang Tiga Sungai Sariak

Baca juga: Refleksi Tujuh Tahun Kepemimpinan Jokowi, Anak Muda Sumbar Nyalakan 1.000 Lilin di Tugu Gempa Padang

Sebelumnya diketahui Kompi 1 berayun dan merupakan bagian dari batalyon II barangin Resimen 1 Divisi II Banteng Sumatera Tengah Republik Indonesia (TRI).

Kompi tersebut berdiri untuk mempertahankan kemanan wilayah Utara Kota Padang dari Serangan NICA.

Kompi berayun tersebut lebih dikenal sebagai Front Gunung Sariak dengan wilayah pertahanan mulai dari Sungai Gadang, Pondok Kopi, Kurao, sungai Taruang dan Lapangan Udara Tabing.

Baca juga: Kedapatan tidak Pakai Masker, Petugas Satpol PP Padang Amankan 5 Remaja di Kawasan Tugu Gempa

Baca juga: Tugu Tinju akan Direnovasi, Wako Hendri Septa: Konsepnya Seperti Museum di Tengah Jalan

Baca juga: Semarak Monumen Tugu Merpati di Pantai Muaro Lasak Kota Padang, Pengunjung Ikut Joget dan Nyanyi

Selain peristiwa yang menewaskan Syafei'i, tugu Simpang 3 ini juga mengenang kepergian Kopral Artunsyah yang meninggal pada 15 November 1946 dalam kontak senjata dengan Belanda dan di makamkan di Taman Bukittinggi.

Serta juga gugurnya Amiruddin yang jenazahnya dikuburkan di simpang 3 Gunung Sariak tersebut dan untuk mengenang jasa prajurit yang gugur di medan perang tersebut maka didirikanlah tugu di simpang tiga Gunung Sarik, Kota Padang. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved