Covid-19 Melandai, Forkopimda Sumbar Atur Strategi Percepat Vaksinasi
Kasus Covid-19 di Sumbar sudah mulai menurun. Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan meski terjadi penurunan kasus, namun tidak mungkin menghilangkan
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kasus Covid-19 di Sumbar sudah mulai menurun.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan meski terjadi penurunan kasus, namun tidak mungkin menghilangkan virus Corona tanpa vaksin.
Karena itu, menurutnya, pemberian vaksin amat penting dalam ikhtiar kita membentengi masyarakat meningkatkan imun tubuhnya.
Baca juga: Soal Penanganan Covid-19 di Sumbar: Gubernur Mahyeldi: Vaksinasi adalah Ikhtiar Paling Cepat
Baca juga: Targetkan 100 Ribu Entrepreneur, Gubernur Mahyeldi Sebut Pemprov Sumbar Butuh Dukungan HIPMI
"Kami minta vaksinasi tetap dimaksimalkan sesuai dengan target di daerah, termasuk daerah kecil, seperti Nagari melalui Kecamatan," ujar Mahyeldi, Kamis (28/10/2021).
Selain itu pendataan yang cepat, akurat, dan sinkron sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan penularan dan penanganan pasien Covid-19.
Baca juga: Sumbar Peroleh Opini WTP Lima Tahun Berturut-turut, Gubernur Mahyeldi Singgung Ketaatan pada Aturan
Baca juga: Rapat Virtual dengan Presiden Jokowi, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ungkap Dua Hal Ini
Menurut dia, perlu adanya tim verifikator yang bertugas melakukan pengecekan dan memeriksa data tentang Covid-19 yang masuk di tingkat Kecamatan.
"Kita harus satu data di setiap daerah. Pemerintah Daerah harus bekerjasama dengan Forkopimda, agar bisa memberikan data lebih akurat," pintanya.
Kemudian, tidak sedikit data di tingkat puskesmas yang delay. Hal itu akibat pendataan masih dibebankan kepada tenaga medis yang telah memiliki tugas pokok pelayani pasien.
Baca juga: Menuju PTN Berbadan Hukum, Gubernur Mahyeldi Yakin UNP Segera Jadi Kampus Bertaraf Internasional
Baca juga: Gubernur Mahyeldi Serahkan Bonus Spontan ke Para Atlet Sumbar Peraih Medali PON Papua 2021
"Data Covid-19 dan vaksinasi harus valid dan sama dengan pusat. Kadis kesehatan harus bisa membuatkan peta pendataan kondisi vaksinasi masyarakat di Sumbar," ujarnya.
Gubernur sebutkan keakuratan data, bisa menjadi kunci pengambilan kebijakan oleh pemerintah daerah.
Karena itu setiap pelaksanaan vaksinasi, ia mengajak dan mohon dukungan tokoh masyarakat, tokoh adat, agama ataupun pemimpin organisasi lainnya.
"Agar sosialisasinya kencang ajak dan libatkan media dalam setiap kegiatan pelaksanaan vaksin, sehingga masyarakat terajak ikut dan berperan serta menyukseskan pelaksanaan vaksin di Sumbar," harapnya.
Baca juga: Sumbar Raih 4 Emas 4 Perak dan 9 Perunggu di PON Papua 2021, Gubernur Mahyeldi: Peluang Masih Besar
Pada kesempatan itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra mengatakan di Sumbar tidak ada pemberitaan hoaks mengenai vaksin virus corona Covid-19.
Hal itu menunjukan jelas tidak ada hambatan dalam pelaksanaan vaksin karena itu sudah saatnya Sumbar keluar dari zona hitam penyebaran vaksin secara nasional.
"Tidak ada hambatan dalam pelaksaan vaksin di Sumbar, sekarang persoalannya adakah stok yang banyak di dinas Kesehatan Sumbar."
"Jika kurang segera minta tambahan vaksin sebanyak mungkin. Yang terpenting masyarakat kira tervaksin, soal data dan input soal belakangan," ujarnya.
Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Arief Gajah Mada mengatakan ia sering melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait vaksinasi massal, bahkan bekerjasama dengan Puskesmas diberbagai daerah untuk melakukan vaksinasi.
Baca juga: Masuk Nominasi Terbaik di Sumbar: Posyandu Anggrek Ungu Padang Panjang Barat, Dinilai Tim Provinsi
"Hampir setiap pagi saya cross check ke bawah, mulai dari Dandim sampai ke Babinsa untuk menanyakan kasus Covid-19. Termasuk jumlah warga yang belum vaksin," sebutnya.
Hal senada juga disampaikan Wagub Sumbar Audy Jounaldy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/gubernur-mahyeldi-rapat-bersama-forkopimda-kamis-28102021.jpg)