Slamet Nelayan di Kota Padang 'Jual Kreativitas' Agar Dapur Tetap Mengepul
Alih profesi di saat pekerjaan utama tidak membuahkan hasil.Hal itulah yang tergambar dari seorang nelayan yang juga Ketua Nelayan, perajin kapal mini
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
Harga satu 'serampu' itu bervariasi, melihat dari ukuran besar dan lebarnya, kalau standar yang kerap digunakan nelayan biasanya memiliki harga Rp 1,5 juta rupiah.
"Bagian serampu ini dari Kepulauan Mentawai dan saya kurang tau nama jenis kayunya. Sedangkan untuk kayu tambahannya itu bebaslah dari yang punya perahu," katanya.
Dikatakannya, untuk mengetam bagian yang berliku menggunakan alat ketam seraut yang masih tradisional.
"Untuk upah perakitan perahu ini sebenarnya Rp 1,5 juta rupiah. Berhubung ini masih rekan kita juga sehingga seadanya," katanya.
Selanjutnya, antara papan yang digabungkan agar tersusun rapi nantinya akan diberi tepung khusus agar tidak dimasuki air.
"Untuk bagian 'serampu' nantinya akan dilapisi aluminium atau bisa juga fiber agar lama tahannya. Barulah dicat agar lebih rapi dan bagus," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/slamet-sedang-merakit-perahu.jpg)