Pemko Padang akan Wajibkan Penerima Bantuan Divaksin Covid-19, Wako: Jika Tak Mau, Bantuan Ditunda

Pemerintah Kota Padang menargetkan sebanyak 52 ribu warga divaksin Covid-19 dalam sepekan ini agar PPKM level IV bisa turun tingkat

Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Wali Kota Padang Hendri Septa ditemui, Jumat (20/8/2021). 

Laporan Wartawan  TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Pemerintah Kota Padang menargetkan sebanyak 52 ribu warga divaksin Covid-19 dalam sepekan ini agar PPKM level IV bisa turun tingkat.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan rata-rata capaian vaksinasi nasional 37 persen.

Bila capaian vaksinasi di Padang bisa 38 persen saja, maka kemungkinan Kota Padang bisa turun level PPKM.

Namun bisa saja angka tersebut meningkat, sehingga Pemko Padang menargetkan 40 persen warga sudah divaksin. 

Baca juga: Padang Butuh 14 Ribu Warga Lagi untuk Divaksin Agar PPKM Level 4 Bisa Turun  

Baca juga: Kota Padang Masuk Daftar 10 Kabupaten/Kota di Luar Jawa-Bali, Masih Berstatus PPKM Level 4

"Capaian vaksin kita saat ini sebanyak 255 ribu warga. Masih ada sekitar 52 ribu lagi agar turun level," kata Hendri Septa.

Untuk mencapai target tersebut, Pemko Padang akan mewajibkan penerima bantuan untuk divaksin Covid-19.

Setidaknya ada 9.000 kepala keluarga yang terdaftar sebagai penerima bantuan. 

Mulai dari Bantuan Sosial Tunai (BST),  Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Kelompok penerima bantuan PKH, BST, KIS, jumlahnya ada 9.000 KK diwajibkan divaksin," ungkapnya, Selasa (21/9/2021) malam.

Hendri Septa mengatakan, jika dalam satu KK ada dua orang, maka diperkirakan ada 18.000 orang dari kelompok penerima bantuan ini divaksin.

"Kita harapkan kemauannya divaksin Covid-19 dalam waktu enam hari ini," ungkapnya.

Baca juga: Ketahui Aturan Lengkap, Hendak Masuk Mal dan Bioskop di Daerah PPKM Level 3 dan 2

Menurutnya, jika tidak mau divaksin sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2021, bantuan yang bersangkutan ditunda.

"Itu Peraturan Presiden loh bukan hanya aturan Wali Kota Padang," ungkapnya.

Sasaran selanjutnya ialah para siswa tingkat SMP dan SMA se-Kota Padang dengan target 48 ribu siswa.

"Alhamdulillah sudah 29 ribu siswa dari target 48 ribu, dalam waktu enam hari ini kita coba mencapai 50 ribu lagi," ungkapnya.

"Kalau 50 ribu ditambah 18 ribu, ini sudah luar biasa. Lebih target kita 40 persen," tambahnya. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved