Viral Babi Hutan Ditangkap Sekawanan Orang, BKSDA Sumbar Duga di Sitinjau Laut, Jalan Padang-Solok
Beberapa hari terakhir, jagad media sosial dihebohkan dengan penampakan aktivitas satwa babi hutan di pinggir ruas jalan raya Padang-Solok, Provinsi S
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Emil Mahmud
TIBUNPADANG.COM- PADANG - Beberapa hari terakhir, jagad media sosial dihebohkan dengan penampakan aktivitas satwa babi hutan di pinggir ruas jalan raya Padang-Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Lokasi kemunculan babi hutan tersebut diperkirakan sekitar kawasan di Sitinjau Laut, Lintas Kota Padang - Solok.
Hal tersebut diinformasikan oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar), Ardi Andono menjawab konfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (16/9/2021) sore.
"Video kemunculan babi hutan tersebut lokasinya ialah di Sitinjau Laut," kata Ardi Andono.
Dalam video siaran langsung di aplikasi Facebook yang dibagikan oleh akun Ajo Rezal Koto Rankkampuangdadok, tampak sejumlah kendaraan terparkir di pinggir jalan.
Baca juga: Update Viral TikTok Aksi Buru Rusa, BKSDA Sumbar Duga TKP di Kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatan
Baca juga: Rumah Warga Sungai Limau Padang Pariaman Rusak Akibat Abrasi Pantai, Dapurnya Sudah Ambruk
Sementara itu, sebagian orang tampak berusaha menjaring satu babi hutan, yang tampak relatif jinak.
Kendati sempat kewalahan menangkap Babi tersebut, sejumlah orang tersebut pun berhasil menjaring satwa itu.
Satwa babi yang terjaring tampak meronta-ronta dan meringis setelah terjaring.
Di video siaran langsung, tampak bahwa kejadian tersebut pada Senin (13/9/2021) lalu.
Hingga Kamis (16/9/2021) sore, video live Fb tersebut sudah ditonton lebih dari 232 ribu orang, dan telah dibagikan sebanyak 3.800 kali.
Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono angkat bicara mengenai video siaran langsung yang beredar tersebut.
"Semestinya tidak boleh diganggu, karena itu habitatnya babi hutan," kata Ardi.
Ardi menuturkan bahwa babi hutan tersebut juga tidak mengganggu manusia.
Pihaknya juga belum mengetahui tujuan orang-orang yang didalam video tersebut menangkap babi hutan itu.
Mengenai aktivitas babi hutan tersebut hingga ke pinggir jalan, kata Ardi karena banyaknya sampah sisa makanan, termasuk pemberian masyarakat.
Ardi kemudian mengimbau agar siapapun itu tidak mengganggu satwa tersebut.
"Kemudian jangan memberi makan babi tersebut, karena sifat dan perilaku alaminya bisa berubah," terang dia.
Terakhir kata Ardi, babi tersebut sekiranya bisa digiring ke dalam hutan kembali dengan bunyi-bunyian.(TribunPadang.com/Wahyu Bahar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ajo-rezal.jpg)