Progres Tol Seksi Padang-Sicincin, Hutama Karya Target 50 Persen hingga Akhir Tahun
Project Director Jalan Tol Padang-Sicincin PT Hutama Karya, Marthen Robert Singal hingga kini progres konstruksi Jalan Tol Padang-Pekanbaru.
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pembangunan proyek jalan tol Padang-Pekanbaru seksi Padang-Sicincin terus berjalan.
Project Director Jalan Tol Padang-Sicincin PT Hutama Karya, Marthen Robert Singal hingga kini progres konstruksi Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin telah mencapai 45 persen.
"Kini kita tengah menyelesaikan pekerjaan yang bisa dikerjakan, misal pasang barrier, kalau ada sebagian lahan yang bebas, itu menunggu waktunya, ada masa tunggu 3-5 bulan, jika sudah, turun lagi, lanjut lagi pembangunan," jelas Marthen Robert Singal.
Baca juga: Pembebasan Lahan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin Capai 42 Persen atau 15,14 Km
Marthen menyebut memang ada sepanjang 15,14 kilometer lahan yang bebas. Diketahui, panjang keseluruhan dari pintu tol di jalan Bypass hingga Sicincin adalah 36,6 kilometer.
Namun sekitar 3 kilometer lahan tidak bisa diolah karena ada spot-spot yang belum bebas karena berbagai masalah.
"Otomatis tidak bisa masuk ke lahan itu, tidak ada jalan, harus bikin jalan dulu, kalau ada satu spot aja yang tidak bebas, kan tidak bisa masuk," ungkapnya.
Hutama Karya menargetkan hingga akhir tahun progres kontruksi pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru seksi Padang-Sicincin mencapai 50 persen.
Baca juga: Wagub Audy Joinaldy: Sumbar Dukung Pembangunan Jalan Tol, Warga Khawatir Ganti Rugi Lahan Terlambat
Lambatnya pembangunan menurutnya berpengaruh dengan efisiensi pembayaran itu pasti karena harga sekarang dengan harga nanti, harga tahun lalu dan sekarang berbeda.
"Jadi yang sudah selesai dan berbentuk jalan tol 4,2 kilometer, yang lain masih pengerjaan pengerasan dan pengerjaan tanah," tutur Marthen.
Selain itu, saat ini sedang berlangsung pengerjaan pengaspalan di Sungai Buluh Barat, Padang Pariaman.
Akses jalan masyarakat dipakai untuk masuk ke lokasi karena tidak bisa masuk lewat jalur tol.
Ia menyebut target pembangunan jalan tol ini mundur, awalnya akhir 2022, apabila lahan bebas sampai Juni 2021.
"Sekarang tetap bekerja, tapi sudah banyak juga yang fokus ke tempat lain yang lahannya sudah siap. Jika sudah banyak yang selesai, kita kembali," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/marthen-robert-singal-saat-ditemui-kamis-1692021.jpg)