Bagaimana Mengubah Pecahan Biasa ke Dalam Pecahan Campuran dan Pecahan Campuran ke Pecahan Biasa?
Bagaimana mengubah pecahan biasa ke dalam pecahan campuran? Bagaimana mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa?
TRIBUNPADANG.COM - Bagaimana mengubah pecahan biasa ke dalam pecahan campuran? Bagaimana mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa?
Pertanyaan tersebut merupakan soal Buku Tema 2 Kelas 4 SD/MI halaman 110 sampai 111, Pembelajaran 2 Subtema 3 yang berjudul Energi Alternatif.
Subtema 3 ini merupakan bagian dari Buku Tema 2 berjudul Selalu Berhemat Energi, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi 2017.
Berikut pertanyaan dan kunci jawaban Tema 2 Kelas 4 halaman 110 sampai 111:
2. Bagaimana mengubah pecahan biasa ke dalam pecahan campuran?
Jawaban: Caranya dengan pembagian pembilang dibagi penyebut.
3. Bagaimana mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa?
Jawaban: Caranya dengan mengalikan bilangan bulat dengan penyebut lalu dijumlahkan dengan pembilang pecahan.
Klik Jawaban Lengkapnya di SINI
Ayo, Hemat Energi!
Hari ini, Udin dan teman-teman belajar mengenai energi minyak bumi. Di awal pelajaran, Pak Burhan menyajikan sebuah gambar mengenai proses pembentukan minyak bumi.
Ternyata, butuh waktu yang sangat … sangat … sangat panjang. Jutaan tahun! Wah, pantas saja Udin sering mendengar anjuran “Hemat Energi” dimana-mana.
Ketika berjalan pulang dari sekolah, Udin, Lani, Edo, dan Siti berbincang-bincang mengenai menghemat energi.
Mereka berpikir, seharusnya ada yang dapat mereka lakukan untuk mengajak warga di Kampung Babakan untuk melakukan penghematan energi. Listrik, bahan bakar kendaraan, dan air adalah sumber daya yang dikonsumsi oleh warga desa sehari-hari.
Edo ingat, hampir sepanjang hari televisi di rumahnya selalu menyala. Ada, atau tidak ada yang menonton!
Seperti sudah menjadi kebiasaan saja untuk langsung menyalakan televisi di pagi hari. Bahkan, ketika Edo ke sekolah, ayah kerja, dan ibunya memasak di dapur, televisi masih menyala tanpa penonton. Nah, itu satu hal yang dapat Edo lakukan.
Mengingatkan anggota rumahnya untuk menghemat penggunaan listrik. Memang, memperoleh aliran listrik adalah salah satu hak masyarakat. Tetapi perlu diingat, bahwa kewajiban pemakai listrik bukan hanya membayar tagihan, tetapi juga harus menghemat pemakaian!
Lani juga ingat. Ibunya selalu mengendarai sepeda motor untuk urusan apapun. Bahkan belanja ke warung Mpok Minah di ujung kampung pun, ibu mengendarai motor.
Lani menyadari, ia harus mengingatkan ibu untuk menggunakan kendaraan seperlunya. Ibu perlu menghemat bahan bakar motor.
Untuk jarak yang dekat, lebih baik berjalan kaki atau naik sepeda. Lebih hemat, lebih murah, dan lebih sehat! Hmm,.. Udin dan Siti jadi berpikir keras. Pasti ada yang dapat mereka lakukan untuk mengajak keluarga dan warga sekitar menghemat energi.
Walaupun masih anak-anak, mereka pun menggunakan hak mereka sebagai pemakai energi. Jadi, mereka pun mempunyai kewajiban untuk melakukan penghematan. Akan lebih baik lagi jika mereka bisa menjadi pengingat warga.
(TribunPadang.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/perkalian-pecahan.jpg)