Kisah Inspiratif

Kisah Zulkan: Driver Pariwisata yang Beralih Jadi Pengusaha Kuliner di Kamang Mudiak, Agam

LELAKI bernama Zulkan (54) merupakan pemilik Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, di Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR
Zulkan (54), Pemilik Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, di Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar saat diwawancarai wartawan. Minggu (22/8/2021). 

LELAKI bernama Zulkan (54) merupakan pemilik Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, di Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Kepada TribunPadang.com, Zulkan bercerita mengenai sebagian pengalaman hidupnya saat beralih pekerjaan.

Ia diwawancarai wartawan pada hari Minggu (22/8/2021) di kedai / pondok miliknya tersebut.

Ia mengaku sebelumnya berprofesi sebagai sopir pariwisata, dan kini beralih menjadi pengusaha kuliner.

"Saya sebelum ini menjadi seorang driver pariwisata, karena situasi Pandemi tentu berakibat penurunan kunjungan wisatawan," ujarnya.

Kemudian, ia memilih untuk mengolah lahan (tanah) miliknya menjadi sesuatu.

Lantas ia berpikir untuk membangun kedai disana.

Pemilik Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, Zulkan (54) saat diwawancarai wartawan. Minggu (22/8/2021).
Pemilik Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, Zulkan (54) saat diwawancarai wartawan. Minggu (22/8/2021). (TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR)

Ia mengatakan, ia memang punya keahlian di bidang kuliner, atau masak memasak.

"Memasak dan membuat makanan bukan baru-baru ini saja saya geluti," ujar Zulkan.

Timbullah semangat Zulkan untuk membangun kedai yang menjual jajanan khas daerah.

"Sekira pertengahan Tahun 2020, pondok (kedai) ini selesai dibangun, dan langsung beroperasi," ungkap dia.

Ia juga tidak menyangka jalan hidupnya saat ini menjadi pengusaha kuliner.

"Diluar dugaan, ini jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT," tuturnya.

Zulkan dengan tutur bicaranya yang ramah menjelaskan prinsipnya dalam berjualan.

"Menu yang disajikan ke pengunjung, memang itu yang saya makan, lamak di ambo, lamak lo di urang," imbuh dia.

Lebih lanjut ia mencontohkan, teh telur yang ia sajikan ke pengunjung memang teh telur yang sesuai dengan seleranya.

Begitupun lontong sayur yang ia jual, juga ia makan setiap paginya.

Mengenai perkembangan usahanya saat ini, ia mengaku bersyukur dengan penghasilan yang di dapat.

"Tentu kita harus bersyukur atas apa yang kita peroleh, Alhamdulillah," kata Mak Sukan, panggilan sehari-harinya.

Namun ia mengemukakan bahwa akhir-akhir ini pengunjung tidak ramai seperti biasanya.

"Sejak diberlakukannya PPKM memang cukup berdampak bagi penghasilan," ucap dia.

Dampaknya ia contohkan dari pesanan teh telur saat PPKM, dan sebelum PPKM.

"8 hingga 10 papan telur biasanya akan habis pada hari libur, khususnya hari minggu, namun akhir-akhir ini dihari tersebut hanya habis sekitar 3 papan saja," terang dia.

Terakhir kata dia, semoga situasi Pandemi berangsur pulih, dan kondisi ekonomi masyarakat kembali membaik seperti sebelumnya.

Baca juga: Menikmati Teh Telur Sambil Memandang Hamparan Sawah, Panorama Rancak di Kamang Mudiak Kabupaten Agam

Aneka Varian Teh Talua

Dilansir TribunPadang.com, teh telur (teh talua) merupakan minuman khas dari Sumatera Barat (Sumbar), yang biasanya dinikmati masyarakat di pagi dan malam hari.

Minuman yang berbahan utama telur, teh serta gula ini diketahui sebagai minuman berkhasiat untuk penambah stamina agar semakin bernergi.

Sejauh ini cukup banyak kedai kopi atau warung di Sumbar yang menyediakan menu teh telur, termasuk di Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang.

Kedai ini, beralamat di Jorong Padang Kunik, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar.

Sebagaimana diketahui, Pondok Teh Talua Pinang Luak Ladang punya keistimewaan yang didapati pengunjung.

Pantauan TribunPadang.com, terlihat hamparan sawah yang luas tentu dapat menyejukkan mata, sembari menyeduh teh telur yang disajikan pemilik kedai.

Baca juga: Mercure Hotels Padang Hadirkan Promo Staycation dan Kuliner Nusantara, Tersedia Layanan Antar Gratis

SajianTeh Telur di Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Minggu (22/8/2021).
SajianTeh Telur di Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Minggu (22/8/2021). (TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR)

Selain hamparan sawah, pengunjung juga dimanjakan dengan pemandangan Bukit Barisan, sementara itu sayup-sayup suara monyet jenis siamang terdengar dari arah bukit.

Bisa dibayangkan suasana alam tersebut dipadukan dengan nikmatnya minuman khas dari Sumbar tersebut.

Selanjutnya, pengunjung juga dapat memilih teh telur dengan tambahan buah pinang ataupun tapai (tape).

Teh telur tape di Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, disebut-sebut sebagai minuman favorit pengunjung.

Pemilik kedai, Zulkan (54), menyebut teh telur tapai memang digandrungi oleh pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Sumbar.

"Ya, rata-rata pengunjung memang mengejar teh telur tapai kesini, Alhamdulillah, banyak orang yang suka," kata dia saat diwawancarai wartawan, Minggu (22/8/2021).

Seorang pengunjung yang berasal dari Lubuk Basung Kabupaten Agam, Dendi (22) sebut dirinya baru pertama kali datang ke kedai ini.

"Mengesankan, karena sebelumnya belum pernah kesini, dan teh telur tape disini memang enak," kata Dendi.

Baca juga: Cara Membuat Teh Talua Ampek Lenggek Khas Minang Asli Padang, Ini Tips Supaya Tidak Amis

Keindahan hamparan sawah, ditemani segelas Teh Telur di Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Minggu (22/8/2021).
Keindahan hamparan sawah, ditemani segelas Teh Telur di Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Minggu (22/8/2021). (TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR)

Semula Dendi mengetahui tempat ini dari saudaranya yang berasal dari Kota Bukittinggi.

"Mungkin saya akan ke sini lagi lain kali, karena cukup senang dengan suasana alamnya," kata dia.

Pondok Teh Talua Pinang Luak Gadang tidak hanya menyediakan menu minuman teh telur, juga terdapat minuman lainnya seperti kopi, teh, serta minuman lainnya.

Sejauh ini, bagi pengunjung yang hendak menikmati aneka kuliner khas Minang di kedai ini menyediakan menu yang ramah kantong.

Satu gelas teh telur dihargai dengan Rp 8 ribu, teh telur tapai Rp 8 ribu, teh telur pinang Rp 10 ribu, sedangkan teh telur spesial Rp 12 ribu.

Kemudian, makanan seperti Lontong Sayur, Nasi Goreng, Mie Rebus juga tersedia untuk dinikmati pengunjung.

Lokasinya berjarak sekira 15 Km dari Kota Bukittinggi, dan bisa diakses oleh pengunjung melalui google maps.(TribunPadang.com/Wahyu Bahar)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved