Beruang Madu Muncul di Kebun Durian Warga Agam, BKSDA Sumbar Pasang Perangkap Besi
BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) memasang perangkap besi tarkait konflik beruang madu di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Saridal Maijar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) memasang perangkap besi tarkait konflik beruang madu di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Beruang madu ini muncul di perkebunan durian milik warga di Jorong Pincuran Gadang, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, bahwa pihaknya telah memasang perangkap jebak.
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Pengunjung Terseret Ombak di Pantai Cinta Pasir Jambak Padang
"Kita sudah mamasang perangkap jebak dan hasilnya sampai sore hari ini belum ada perkembangan," kata Ade Putra, Minggu (8/8/2021).
Dijelaskannya, ini merupakan salah satu penanganan yang dilakukan dalam konflik beruang madu.
Sebelumnya, Ade Putra mengatakan, kemunculan satwa beruang ini awalnya dilaporkan oleh masyarakat.
"Menanggapi laporan dari masyarakat tersebut sekitar pukul 14.00 WIB pada Kamis (5/8/2021), tim Resor Agam langsung menuju lokasi," kata Ade Putra, Sabtu (7/8/2021).
Baca juga: Sumbar Terima Bantuan Obat-obatan dari Presiden Jokowi, Disalurkan untuk Pasien Covid-19 Isoman
Kata dia, selanjutnya dilakukan wawancara dengan saksi mata dan identifikasi lapangan untuk melihat tanda-tanda keberadaan satwa.
Ia menyebutkan, salah seorang warga bernama M Aziz (40) melihat beruang madu tersebut pada Rabu (4/8/2021).
"Sekitar pukul 17.00 WIB dan 23.00 WIB satwa terlihat di sekitaran kebun durian milik warga bernama M Aziz (40)," katanya.
Ade Putra mengatakan, beruang tersebut terlihat keluar dari semak-semak.
Baca juga: Satgas Covid-19 Tawari Tempat Isolasi Terapung di Padang, Gubernur Sumbar: Masih dalam Perbincangan
"Menurut warga, warna bulunya hitam dan berukuran besar. Selanjutnya, warga tersebut menjauh dari lokasi," katanya.
Hasil identifikasi lapangan oleh pihaknya, ditemukan tanda-tanda keberadaan satwa berupa cakaran satwa beruang madu pada pohon.
Selain itu, juga ditemukan sisa buah durian yang dimakan oleh satwa.
Kata dia, satwa beruang ini diduga merupakan individu yang sama yang telah ditangani BKSDA Resor Agam sebelumnya.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Padang, Pesisir Selatan dan 7 Daerah Sumbar
"Tercatat sudah beberapa kali penanganan konfilik satwa beruang (diduga individu yang sama), di beberapa titik kawasan Kelok 44 sejak bulan Oktober 2020 lalu," katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat yang tinggal disekitar lokasi kemunculan.
Dikatakannya, masyarakat dapat melakukan penghalauan dengan bunyi-bunyian ke arah dalam hutan lindung.
"Kepada masyarakat diimbau agar untuk melaporkan seandainya ada kejadian konflik satwa yang dilindungi kepada Resor KSDA setempat atau bisa menghubungi call center Bksda Sumbar di 081266131222," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/petugas-bksda-memasang-perangkap-di-kecamatan-tanjung-raya.jpg)