Breaking News:

Corona Sumbar

Sumbar Sudah Dapat Tambahan Vaksin, Kadinkes Sebut Ada AstraZeneca dan Moderna 

Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar kembali memberi informasi terbaru data vaksinasi Covid-19 di daerah itu. 

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi saat ditemui, Sabtu (31/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar kembali memberi informasi terbaru data vaksinasi Covid-19 di daerah itu. 

Kepala Dinkes Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, sebelumnya ada penambahan vaksin AstraZeneca pada 24 Juli 2021 sebanyak 700 dosis.

Pada 28 Juli 2021 juga ada tambahan sebanyak 100 dosis dengan jenis vaksin yang sama.

Baca juga: Dorong Masyarakat Ikut Vaksin, Camat Lubeg Siapkan Doorprize dan Voucher Menginap di Hotel

Baca juga: Soal Perpanjangan PPKM Level 4 di Sumbar, Jubir Satgas Covid-19: Tunggu Instruksi Pusat

"Selain itu pada 31 Juli datang lagi vaksin AstraZeneca sebanyak 5.600 dosis dan kemudian Moderna 30. 660 dosis untuk nakes," jelas Arry.

Tak hanya itu, vaksin juga didistribusikan langsung melalui PT Indofarma Global Medika (IGM) 122.900 dosis dan PT Enseval 153.400 dosis

"Itu alokasinya ke kabupaten kota. Jadwal pendistribusiannya menyesuaikan dengan kabupaten kota masing-masing," terang Arry.

Sementara untuk vaksin Moderna sudah terdistribusi untuk M Djamil.

Secara keseluruhan, capaian vaksinasi di Sumbar dosis pertama sebanyak 14,1 persen atau 620.470 orang.

"Untuk dosis kedua baru 5,24 persen atau 231.018 orang dari total sasaran vaksinasi di Sumbar sebanyak 4.408.509 jiwa," tutur Arry.

Arry menyebut tingkat vaksinasi memang masih rendah.

Dari 19 kabupaten kota paling rendah ialah Kabupaten Agam, Pasaman Barat dan Pesisir Selatan.

Ia menyebut faktor rendahnya dilihat dari berbagai kondisi, mulai dari ketersediaan vaksin.

"Semua dapat distribusi vaksin. Tapi dilihat juga  kondisi di lapangan. Ada daerahhya yang luas, jumlah penduduk cukup banyak. Jadi memang harus kerja ekstra di daerah itu. Daerah sudah harus jemput bola," ujar Arry. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved