Breaking News:

Berita Pemko Pariaman

Hibah Kapal Perang untuk Kota Pariaman, Wako Genius Umar: Hitung Strategi dan Teknis Pengiriman

Wali Kota Pariaman Genius Umar menjelaskan informasi terkini mengenai penghibahan satu unit kapal perang KRI Teluk Ratai 509 dari T

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR
Wali Kota Pariaman, Genius Umar 

Laporan wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Wali Kota Pariaman Genius Umar menjelaskan informasi terkini mengenai penghibahan satu unit kapal perang KRI Teluk Ratai 509 dari TNI AL yang akan ditempatkan di daerahnya.

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, proses hibah kapal tersebut masih sampai pada tahap administrasi.

“Kami sedang menunggu hibah dari pemerintah pusat, yang alur administrasinya dari Kementerian Pertahanan ke Kementerian Keuangan,” ujar Genius Umar saat dijumpai wartawan di Balai Kota Pariaman. Kamis (22/7/2021) siang.

Sementara itu, proses yang juga masih berjalan hingga kini ialah perumbukan mengenai pengiriman kapal bekas perang Amerika Serikat (AS) tersebut.

“Mengenai strategi dan teknis pengiriman kapal kesini, juga sedang diatur oleh Kepala Staf Angkatan Laut melalui Danlantamal II Padang,” ucap Genius.

Baca juga: Soal Pendaftaran CPNS Kota Pariaman, Irmadawani: Tidak Ada Kendala Berarti dari Aduan Calon Peserta

Baca juga: Wali kota Genius Umar Sambut Kepala LPP RRI Padang, dan Tim di Muaro Pantai Gandoriah Kota Pariaman

Wali Kota Pariaman, Genius Umar
Wali Kota Pariaman, Genius Umar (TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR)

Rencananya, Kapal perang tersebut akan dijadikan museum sejarah, yang akan dilabuhkan di Pantai Pauh, Kota Pariaman.

Genius Umar juga minta doa dan dukungan kepada masyarakat agar prosedurnya segera selesai dan dapat menyusun langkah selanjutnya.

"Doakan lancar semuanya, sehingga nanti kapal tersebut dapat melengkapi destinasi wisata yang ada di Kota Pariaman, yang akan dijadikan museum angkatan laut,” ungkap Genius.

Sebelumnya, Wako Pariaman itu menjelaskan bahwa kapal hibah tersebut merupakan kapal perang bekas yang diproduksi tahun 1944 dan dioperasikan oleh Amerika Serikat (AS), lalu dihibahkan ke Pemerintah RI.

"Jadi kapal ini pernah diikutkan pada Perang Dunia kedua (PD II), karena diproduksi pada Tahun 1944 silam," ujar Genius Umar.

Terakhir kata Genius Umar, setelah dihibahkan ke Pemerintah RI nama kapal tersebut diubah menjadi KRI dan diikutsertakan dalam sejumlah operasi militer dan sosial.

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved