Advertorial

Hadapi Tantangan Keluarga di Masa Pandemi, FKIK Semen Padang Gelar Webinar

Guna memberikan dukungan kepada orangtua dalam menghadapi berbagai tantangan di masa pandemi Covid-19, Forum Komunika

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.HUMAS PT SEMEN PADANG
Forum Komunikasi Istri Karyawan (FKIK) Semen Padang menggelar web seminar (webinar) parenting pada Selasa (22/6/2021). Nara sumber, Founder Ibu Profesional dan Founder Jarimatika Septi Peni Wulandani dan Inisiator Ibu Profesional Dodik Maryanto. 

Pada kesempatan itu, Risna pun mengimbau kepada ibu-ibu anggota FKIK Semen Padang untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Semoga kita mampu bertahan menghadapi segala tantangan di masa pandemi ini, dan kita dapat beraktivitas normal tanpa ada rasa khawatir," ujarnya.

Baca juga: PT Semen Padang Kembali Meraih, Sertifikat Akreditasi A Kearsipan

Baca juga: Tim Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah Kunjungi PT Semen Padang

Ketua Umum FKIK Semen Padang Ny. Ampri Satyawan dalam laporannya mengatakan, webinar ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan dukungan kepada orangtua.

Khususnya, kepada ibu yang memiliki peran yang sangat esensial dalam dinamika keluarga untuk dapat terus bersemangat mendampingi keluarga tercinta, meski dihadapkan dengan berbagai tantangan selama masa pandemi Covid-19 yang belum tentu kapan akan berakhir.

"Situasi pandemi adalah situasi yang tidak diinginkan semua orang. Tidak lantas kita menyalahkan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT. Namun sebagai orangtua yang bijak, kita dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian. Saya berharap, webinar ini dapat menambah wawasan kita untuk semakin bijak, termasuk dalam membangun keluarga sebagai sebuah tim," katanya.

Founder Ibu Profesional dan Founder Jarimatika Septi Peni Wulandani dalam materi webinar yang disampaikannya, mengupas soal tantangan orangtua di masa pandemi.

Kata dia, di masa pandemi ini, semua orang terhenyak mengalami perubahan yang begitu cepat.

"Kondisi pandemi ini tantangan semua orang, terutama orangtua, seperti ibu yang mendadak harus jadi guru sekolah dan ayah menjadi kepala sekolah. Semuanya harus berada di rumah, dan semuanya harus di mulai dari dalam rumah, di samping harus terbiasa pakai masker," kata Septi.

Kondisi seperti ini, lanjutnya, sudah berlangsung hampir 2 tahun lamanya dan tentunya, semua orang harus siap dalam perubahan yang begitu cepat ini.

Lanjutnya, orangtua tidak hanya sebagai guru dan kepala sekolah, tapi dalam kondisi seperti ini, orangtua juga harus bisa menjadi teman belajar bagi anak-anaknya.

"Namun sayangnya, inilah yang selama ini tidak pernah disiapkan dengan sunguh-sungguh oleh para orangtua, sehingga dalam kondisi pandemi saat ini, para orangtua resah ketika pendidikan sekolah dikembalikan ke rumah. Bahkan, sebanyak 85 persen orangtua stress dan tidak senang dengan kondisi sekolah dikembalikan ke rumah. Namun begitu, ini harus jadi tantangan para orangtua," ujarnya.

Hampir dua tahun pandemi berlangsung, Septi pun mengingatkan agar semuanya, terutama orangtua untuk menyadari bahwa dunia sudah berubah.

Hingga dalam rentang waktu yang hampir dua tahun tersebut, adalah pengorbanan dan pengalaman yang mahal sekali. Untuk itu, saatnya untuk terus bergerak dan jangan selalu menjadi penonton yang hanya bisa bersorak.

"Mari ubah masalah ini menjadi tantangan. Bagi orangtua terpilih yang mendadak menjadi guru, mari jadikan masalah ini sebagai tantangan yang menarik. Jangan stres dan jadilah orangtua yang percaya diri, karena pendidikan itu memerdekakan, bukan justru memenjarakan," katanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved