Dulu Susah Dapatkan BBM, Kini Nelayan Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Bisa Bernapas Lega

Keberadaan Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) penting dalam mendukung perikanan bagan perahu.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Aktivitas nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan, Sumatera Barat (Sumbar). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Keberadaan Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) penting dalam mendukung perikanan bagan perahu.

Di sana, bagan perahu merupakan unit penangkapan yang paling banyak beroperasi.

"Ada perahu 30 GT ke bawah sebanyak 70 unit, di atas 30 GT 14 unit, dan kapal pancing tonda 40 unit," kata Ketua Kelompok Nelayan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan Syaiful, Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: Ada Stasiun Bahan Bakar Minyak Buat Nelayan di Carocok Pesisir Selatan, Ringankan dan Bantu Nelayan

Dulu, lanjut Syaiful, untuk mendapatkan BBM, nelayan harus berebut dengan masyarakat umum di SPBU.

Hal ini karena di Tarusan tidak ada Stasiun Pengisian BBM khusus Nelayan (SPBN).

Menurutnya, SPBU itu juga berjarak cukup jauh dari tempat sandar kapal bagan.

"Kadang-kadang tetap tidak mencukupi. Ini yang menjadi polemik selama ini."

"Kebutuhan BBM kita di dini sesuai indeks pemakaiannya memang cukup besar."

"Selama ini kita mendapatkan bahan bakar tertatih-tatih sebab SPBN belum ada ketika itu," jelas Syaiful.

Baca juga: Pemain Semen Padang FC Dikumpulkan di Padang Hari Ini, Ada Apa?

Kini nelayan Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan mendapat angin segar dari Pemerintah, karena sejumlah fasilitas pokok mulai terpenuhi.

Seperti halnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN).

"Harapan kami ketersediaan BBM nelayan nanti terpenuhi. Karena rata-rata pemakaian per hari lebih dari 10 ribu liter solar," tutur Syaiful.

Keberadaan SPBN tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan nelayan asal pemasokannya sesuai indeks pemakaian.

Baca juga: UPDATE Zonasi Covid-19 Sumbar: 15 Daerah Zona Oranye, 4 Kuning, Kota Pariaman Dinilai Terbaik

Soal harga sesuai yang telah ditentukan PT Pertamina.

"Dulu membeli dari luar lebih mahal. Jauh lebih mahal, lewat pedagang pengadaan."

"Sekarang berdirinya SPBN tentu seluruh nelayan pengusaha kapal sudah bisa beli ke SPBN," imbuh Syaiful. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved