2 OPD dan 1 Puskesmas di Kota Pariaman Jadi Klaster Penyebaran Covid-19, Pemko Terapkan WFH

Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) terapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Ilustrasi: Pasien Covid-19 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) terapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) kepada dua organisasi perangkat daerah (OPD) dan satu Puskesmas, karena diduga menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pariaman, Nazifah mengatakan WFH tersebut diterapkan pasca ditemukannya kasus positif Covid-19 di Badan Pengelolaan Keuangan  dan Pendapatan Daerah (BPKPD) dengan jumlah positif 10 orang.

Dia merinci masing-masing di Inspektorat empat orang, dan di Puskesmas Marunggi lima orang.

"WFH ini berlaku sampai hasil tes usapnya keluar, jika positif Covid-19 maka harus melakukan isolasi mandiri, tapi kalau negatif silakan masuk kerja lagi," kata Nazifah di Pariaman, Selasa. (25/5/2021).

Setelah diketahui adanya 19 orang aparatur sipil negara (ASN) positif Covid-19 maka pihak Dinkes Pariaman melaksanakan tes usap massal.

Baca juga: Kadiskes Sumbar Arry Yuswandi Sebut Angka Kematian Akibat Covid-19 di Sumbar Terbilang Tinggi

Baca juga: Kasus Aktif Sisa 2.940 Orang, 628 Masih Dirawat, Berikut Sebaran Kasus Covid-19 di Sumbar Terkini

Mengenai dua dari 19 orang ASN yang positif Covid-19 tersebut saat sekarang tengah menjalani perawatan di RSUD Kota Pariaman.

Dikatakannya, selama diterapkan WFH di Puskesmas Marunggi, pelayanan dipindahkan ke Puskesmas Kurai Taji agar pelayanan kesehatan kepada warga masih bisa diberikan.

Ia mengimbau pemerintah desa di Kota Pariaman untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro secara maksimal.

Hal tersebut karena melihat adanya perantau yang pulang kampung.

"Kami berharap PPKM Mikro betul aktif melaporkan warga yang keluar masuk daerah," ujarnya.

Selanjutnya, bagi perantau yang datang diminta harus menunjukkan surat hasil tes PCR dengan hasil negatif.

"Jika perantau tidak memiliki surat tersebut, kata dia maka diminta mengikuti tes usap guna memastikan yang bersangkutan bebas dari Covid-19," tambah dia.

Ia menyebutkan saat ini jumlah warga Pariaman yang terpapar Covid-19 telah mencapai 739 orang dan yang sudah menjalani tes usap mencapai 7.982 orang.

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved