Breaking News:

SE Gubernur: 15 Daerah Sumbar Zona Oranye, Warga Diminta Salat Idul Fitri di Rumah

Lima belas daerah di Provinsi Sumbar masuk pada zona oranye penularan virus Corona.  Warga di 15 daerah tersebut diminta melaksanakan salat Idul Fitr

Doc.Tribun Padang
Ilustrasi Sholat Idul Fitri 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Lima belas daerah di Provinsi Sumbar masuk pada zona oranye penularan virus Corona. 

Warga di 15 daerah tersebut diminta melaksanakan salat Idul Fitri di rumah.

"Daerah yang penyebaran Covid-19 tergolong tinggi, yaitu daerah zona merah dan zona oranye salat Idul Fitri bisa dilaksanakan di rumah masing-masing," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam Surat Edaran Nomor 08/Ed/GSB-2021 yang ditandatangani, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Pemprov Sumatera Barat Tiadakan Salat Idul Fitri Berjamaah di Lapangan dan Masjid Raya

Baca juga: H-4 Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Jumlah Pengunjung Pasar Rakyat Pariaman Meningkat

Baca juga: Sambut Idul Fitri Hotel Ibis Padang Tawarkan Hampers & Hidangan Khas Lebaran, Konsep Hantaran Barayo

Lebih lanjut Mahyeldi menyebutkan, hanya empat daerah di Sumatera Barat yang diizinkan menggelar salat Idul Fitri di masjid dan lapangan.

Sebab, 4 daerah itu sudah masuk zona kuning daerah risiko rendah penularan Covid-19.

Adapun daerah yang masuk zona kuning yakni Kota Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Solok, dan Kabupaten Dharmasraya.

Baca juga: Lafaz Bacaan Takbir Idul Fitri 2021 Tulisan Arab dan Latin, Disertai Arti Bahasa Indonesia

Baca juga: 45 Ucapan Lebaran Selamat Hari Raya Idul Fitri 2021, Mohon Maaf Lahir dan Batin di WA - Facebook

Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Cocok Dibagikan di Twitter, Facebook, Instagram, TikTok

Meski dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka, Mahyeldi mengingatkan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat pada daerah yang dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19 tersebut.

"Pelaksanaan salat Idul Fitri yang dilakukan di masjid atau lapangan terbuka, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan berpedoman kepada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor SE 07 Tahun 2021," tegas Mahyeldi. (*)
 

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved