Pemprov Sumbar Masifkan Tracing Pasien Covid-19, Anggarannya Diambil dari Dana Nagari
Mengantisipasi kenaikan covid-19, tracing akan kita masifkan, kita sudah bicara dengan Pak Andani, ada dana dari dana nagari.
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi segala kemungkinan terkait potensi kenaikan laju kasus aktif covid-19 baik menjelang maupun setelah lebaran.
Ia mengatakan, telah berkoordinasi dengan Kepala Laboratorium Unand Dokter Andani untuk memasifkan tracing, testing, dan treatment.
"Mengantisipasi kenaikan covid-19, tracing akan kita masifkan, kita sudah bicara dengan Pak Andani, ada dana dari dana nagari, kan emang kita wajibkan 6 sampai 8 persen untuk penanganan covid-19 di setiap nagari," jelas Audy, Rabu (5/5/2021).
Baca juga: Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19, Pemprov Sumbar Masifkan Tracing, Testing dan Treatment
Selain itu, menurut Audy, juga ada dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) yang bisa dimanfaatkan untuk itu.
"Insyaallah dibahas Jumat ini, kita manfaatkan untuk meningkatkan tracing," sambung Audy.
Audy menjelaskan mesti dipahami, jumlah kasus harian di Sumbar naik karena upaya tracing yang dilakukan dan termasuk tinggi secara nasional.
"Jadi kalau kita perhatikan tempat lain, mirip dengan Sumbar, abai dengan prokes juga."
"Cuma kita memang tinggi angka testingnya, tapi ini bagus, artinya ketahuan kan, saudara kita yang positif bisa di-treatment karena sudah ketahuan, tapi ini juga jadi warning," ungkap Audy.
Baca juga: Larangan Mudik 2021 - Doni Monardo : Biarlah Dianggap Cerewet, Daripada Korban Corona Bederet
Audy menambahkan, positif covid-19 di Sumbar dominan orang tanpa gejala. Karena itu, peran nagari sangat diperlukan.
Paling tidak di nagari ada tempat karantina yang bisa menampung 20 hingga 30 orang pasien positif covid-19.
Di sisi lain, Audy mengatakan, tidak ada tempat karantina bagi orang yang masuk ke Sumbar.
"Kita asumsikan tidak ada yang masuk dari Jakarta, jadi tidak ada karantina, 6 sampai 17 Mei kan penerbangan tidak ada, diasumsikan kita tidak ada yang masuk."
"Saya rasa pelabuhan yang ada di Banten-Lampung ditutup jadi tidak ada yang bisa nyebrang, jadi pergerakan dalam sini (Sumbar) saja," terang Audy. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/wakil-gubernur-sumbar-audy-joinaldy-saat-ditemui-di-bukittinggi-kamis-2242021.jpg)