Breaking News:

Corona Sumbar

Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19, Pemprov Sumbar Masifkan Tracing, Testing dan Treatment

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi segala kemungkinan terkait potensi kenaikan laju ka

Pixabay
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi segala kemungkinan terkait potensi kenaikan laju kasus aktif Covid-19 baik menjelang maupun setelah lebaran.

Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Kepala Laboratorium Unand Dokter Andani untuk memasifkan tracing, testing, dan treatment.

"Mengantisipasi kenaikan Covid-19, tracing akan kita masifkan, kita sudah bicara dengan Pak Andani, ada dana dari dana nagari, kan emang kita wajibkan 6 sampai 8 persen untuk penanganan Covid-19 di setiap nagari," jelas Audy, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Larangan Mudik 2021 - Doni Monardo : Biarlah Dianggap Cerewet, Daripada Korban Corona Bederet

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 3 Mei 2021 Pagi, Sudah 37.380 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 30 April 2021 Pagi, Sudah 36.769 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya

Selain itu, menurut Audy, juga ada dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) yang bisa dimanfaatkan untuk itu.

"Insya Allah dibahas Jumat ini, kita manfaatkan untuk meningkatkan tracing," sambung Audy.

Audy menjelaskan mesti dipahami, jumlah kasus harian di Sumbar naik karena upaya tracing yang dilakukan dan termasuk tinggi secara nasional.

Baca juga: Update Corona Indonesia Kamis, 29 April 2021 - Bertambah 5.833 Kasus Positif Lalu Sembuh 6.015

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar Kamis (29/4/2021), 286 Positif, Jubir Covid-19: Aktifkan Lagi Tempat Karantina

Baca juga: Update Corona Indonesia - Rabu 28 April 2021: Bertambah 5.241 Kasus Positif, Total Jadi 1.657.035

"Jadi kalau kita perhatikan tempat lain, mirip dengan Sumbar, abai dengan prokes juga."

"Cuma kita memang tinggi angka testingnya, tapi ini bagus, artinya ketahuan kan, saudara kita yang positif bisa di treatment karena sudah ketahuan, tapi ini juga jadi warning," ungkap Audy.

Audy menambahkan, positif Covid-19 di Sumbar dominan orang tanpa gejala. Karena itu, peran nagari sangat diperlukan. 

Paling tidak di nagari ada tempat karantina yang bisa menampung 20 hingga 30 orang pasien positif Covid-19.

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 26 April 2021 Pagi, Sudah 35.963 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 22 April 2021 Pagi, Sudah 34.916 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya

Baca juga: UPDATE Corona Padang, Pasien Covid-19 di Padang Bertambah 66 Orang, Sudah 16.442 Terpapar

Di sisi lain, Audy mengatakan tidak ada tempat karantina bagi orang yang masuk ke Sumbar.  

"Kita asumsikan tidak ada yang masuk dari Jakarta, jadi tidak ada karantina, 6 sampai 17 Mei kan penerbangan tidak ada, diasumsikan kita tidak ada yang masuk."

"Saya rasa pelabuhan yang ada di Banten-Lampung ditutup jadi tidak ada yang bisa nyebrang, jadi pergerakan dalam sini (Sumbar) saja," terang Audy. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved