Positivity Rate Covid-19 Sumbar Capai 16 Persen, dr Andani: Ini Sangat Mengerikan & Harus Diwaspadai

Positivity Rate Covid-19 Sumbar Capai 16 Persen, Dokter Andani: Ini Sangat Mengerikan dan Harus Diwaspadai

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TRIBUNPADANG.Com /RIZKA DESRI YUSFITA
dr Andani Eka Putra. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Universitas Andalas (Unand) Andani Eka Putra menyampaikan kondisi terkini Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar).

Andani menerangkan, pada Februari 2021 positivity rate covid-19 atau rasio jumlah kasus positif di Sumbar hanya 3 hingga 4 persen. 

Menurutnya, kasus itu hasil setelah Sumbar mencapai puncak kasus pada September Oktober dan November 2020.

Baca juga: Sudah 34.137 Warga Sumatera Barat Terinfeksi Covid-19, 375 Orang Masih Dirawat di RS & 1.123 Isolasi

Baca juga: Remaja di Pesisir Selatan Hanyut Saat Mandi di Sungai, Ditemukan Sudah Tak Bernyawa 

Dalam polanya, kasus mulai menurun sehingga pada Januari dan Februari PR Covid-19 Sumbar kecil.

"Saya malah berharap pada lebaran ini PR hanya 2-3 persen saja. Ternyata kondisi berbeda. Setelah fase puncak, jumlah spesimen yang dikirim jauh berkurang. Pengurangannya itu lebih dari 50 persen," ungkap Dokter Andani.

Andani menambahkan, peningkatan yang sangat signifikan itu terjadi pada Maret dan April hingga terakhir PR Sumbar mencapai 16 persen.

Jika dibandingkan ramadan tahun lalu, angka PR hanya 3 sampai 4 persen.

"Ini suatu hal yang sangat mengerikan menurut saya dan harus diwaspadai."

"Kenapa demikian? karena pada ramadan tahun lalu, itu tidak banyak aktivitas di masjid, sebaliknya sekarang dengan PR yang tinggi aktivitas di masjid sangat banyak. Jika bicara kepatuhan masyarakat, tidak berbeda jauh," imbuh Andani.

Belum lagi, lanjut Andani, jika diperhatikan kemampuan rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19 tidak siap dan belum optimal.

Hal itu bisa dilihat dari RSUP M Djamil, RS Unand, RSUD Pasaman Barat, dan Achmad Mochtar Bukittinggi.

Begitu juga dengan rumah sakit lain, tidak optimal menggunakan ventilator bahkan tidak menggunakan ventilator sama sekali.

"Umumnya, rujukan-rujukan pasien Covid-19 mengalami gejala berat, ini jelas berisiko terhadap kematian," tutur Andani dalam diskusi online Kawal Covid-19 Sumbar, Minggu (18/4/2021) malam.

Selanjutnya Andani mengungkapkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin juga rendah.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved