Breaking News:

Bupati dan Wabup Mentawai Buka Suara soal Wacana Sumbar jadi DI Minangkabau: Tergantung Pusat

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet buka suara perihal wacana perubahan Sumatera Barat menjadi Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Tangkapan layar jumpa pers online IJTI Sumbar
Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabbagalet saat jumpa pers online bersama IJTI Sumbar, Sabtu (11/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet buka suara perihal wacana perubahan Sumatera Barat menjadi Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau.

Menurutnya, Mentawai sebagai salah satu kabupaten yang berbeda etnis dengan suku Minangkabau hanya mengikuti apa yang menjadi keputusan pusat.

"Tergantung pemerintah pusat," kata Yudas Sabaggalet, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Padang Mencapai 15.259 Orang, 14.656 Sembuh dan 297 Meninggal

Sementara itu, Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake mengatakan sejak Indonesia Mardeka, Minangkabau dan Mentawai telah ada.

Lantas ia mempertanyakan apa yang menjadikan Sumbar menjadi daerah istimewa Minangkabau.

"Sejak kita Merdeka, di Sumbar ada Minangkabau dan Mentawai. Walau kami (Mentawai) kecil tapi terhitung sebagai satu etnis bangsa ini. Lalu Istimewa kita itu apa?" kata Kortanius Sabeleake.

Menurut Kortanius Sabeleake, Sumbar juga sudah sejak dulu menganut sistem matrilineal.

Baca juga: Bahas Wacana Daerah Istimewa Minangkabau, LKAAM Sumbar akan Bertemu Anggota Komisi II DPR

Dia heran wacana Provinsi Sumbar menjadi Daerah Istimewa Minangkabau itu muncul lagi.

"Kan sudah dari dulu (matrilineal), kenapa sekarang? Orang lain juga bisa buat istimewa kulit hitam, kepulauan, karena terluar dan lain-lain," imbuh Kortanius Sabeleake.

Ditegaskan Kortanius Sabeleake, ide Provinsi Sumatera Barat menjadi Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau saat ini tidak relevan lagi.

Sebab saat ini sudah era globalisasi dan keterbukaan.

"Seharusnya bagaimana kesadaran dan kemampuan kolektif atau bersama agar mampu berkompetisi dalam menghadapi era globalisasi ini, terutama SDM, kualitas layanan dan produk unggulan daerah," jelas Kortanius Sabeleake. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved