Breaking News:

Sejumlah Pedagang Pasar Raya Padang Menolak Divaksin, Milna Mutia Utarakan Kekhawatirannya

Sejumlah pedagang Pasar Raya Kota Padang menolak divaksin, seperti halnya diungkapkan pedagang bumbu masak Milna Mutia.

TribunPadang.com/Rima Kurniati
Sejumlah Pedagang Pasar Raya Padang Menolak Divaksin, Milna Mutia sebut Kekhawatirannya.jpg 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Sejumlah pedagang Pasar Raya Kota Padang menolak divaksin, seperti halnya diungkapkan pedagang bumbu masak Milna Mutia.

Milna Mutia (48) menolak divaksin, dikarenakan takut dan khawatir dengan efek samping yang terjadi setah divaksin tersebut.

"Saya tidak mau divaksin, alasannya lihat dari berita, media sosial, ada yang baik ada juga yang tidak," kata perempuan yang akrab dipanggil Adinda.

Baca juga: Disdag Padang Targetkan 2500 Warga Pasar Divaksin, Digelar Selama Tiga Hari

Baca juga: Pengakuan Petugas Kebersihan Pasar Raya yang Divaksin, Mawardi: Tanpa Persiapan Khusus, Sarapan Saja

Baca juga: Hari Ini Ratusan Pedagang Pasar Raya Padang Mulai Divaksin Covid-19 di Lobi Pasar Inpres III

Selain itu, Adinda juga mempunyaki saudara yang mengalami kelumpuhan sebelah usai divaksin.

"Entah karena divaksin atau penyakit baru, pokoknya setelah tiga sampai empat jam divaksin, langsung lumpuh sebelah," ungkapnua.

Menurutnya, tidak ada paksaan pedagang untuk divaksin, bagi yang mau divaksin silahkan, jika tidak mau divaksin, tidak masalah.

"Tidak seperti diswab dulu, kami di paksa diswab, satu orang per toko," tambahnya.

Baca juga: Dinkes Kota Padang Targetkan 700 Ribu Warga Divaksinasi, Dilakukan Hingga Desember 2021

Baca juga: Dinkes Padang Targetkan 700 Ribu Warga Divaksinasi, Dilakukan Hingga Desember 2021

Baca juga: Ratusan Lansia di Padang Divaksin Covid-19, Rentang Waktu Suntik Kedua 28 Hari

Menurutnya, banyak pedagang Blok III lantai I pasar Impres yang tidak mau divaksin, bahkan sebagian mereka memilih tidak membuka toko atau kedai.

"Dari blok tiga ini banyak yang tidak mau. Pagi tadi ramai, setelah itu mereka pergi, banyak yang nutup karena takut divaksin Covid-19," tambahnya.

Perempuan yang sudah jualan sejak tahun 2000an ini mengaku dalam kondisi sehat, tanpa ada penyakit bawaan.

Baca juga: Pemko Padang Mulai Vaksinasi Kelompok Lansia, Diawali di Puskesmas Rawang Target 5 Ribu Warga

Baca juga: Rakor Kepala Daerah se-Sumbar, Gubernur Apresiasi Daerah dengan Capaian Vaksinasi 100 Persen

Menurutnya, vaksinasi di lobi pasar Impres juga berpengaruh pada penjualannya.

"Dari pagi sampai siang bisa 1 juta, kalau sekarang masih sepi, baru empat ratus ribu," ungkapnya. (*)

 
    

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved