Breaking News:

Cuaca Panas Terik Diprediksi Landa Sumbar hingga Lima Hari Ke depan, Waspada Potensi Kebakaran Lahan

Cuaca Panas Terik Diprediksi Landa Sumbar hingga Lima Hari Ke depan, Waspada Potensi Kebakaran Lahan

Tribun Jabar/Ery Chandra
Cuaca Panas Terik Diprediksi Landa Sumbar hingga Lima Hari Ke depan, Waspada Potensi Kebakaran Lahan 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Stasiun Minangkabau memprediksi, kondisi cuaca di Sumbar didominasi cerah hingga cerah berawan.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Kelas II Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha menyebut, kondisi tersebut saat ini masih dapat berlangsung hingga lima hari ke depan.

"Untuk suhu udara maksimum yang tercatat berkisar antara 32 sampai 33 derajat celcius, namun belum mencapai ekstrem di mana kategori ekstrem yaitu apabila sudah mencapai 35 derajat celsius," jelas Yudha.

Baca juga: Selain di Teluk Bayur, Ada juga Kebakaran Lahan di Padang Hari Ini, Lokasinya Dekat Kolam ABG

Baca juga: 4 Rumah Warga Kota Padang Terbakar, Tim Damkar Padamkan Api di Pemukiman Padat Penduduk

Yudha menuturkan, kondisi cuaca panas beberapa hari terakhir di Kota Padang dan sejumlah daerah di Sumbar disebabkan karena adanya pengaruh angin monsun Asia.

Angin tersebut yang menggerakkan sebagian besar massa udara di Sumbar ke arah Selatan Pulau Sumatera.

"Dengan demikian terjadi peningkatan intensitas hujan di wilayah Selatan Sumatera dan juga Jawa diikuti dengan pengurangan peluang hujan di wilayah Sumbar dan sekitarnya," ungkap Yudha Nugraha.

Menurut Yudha, hal itu berpotensi kebakaran lahan di Sumbar. 

BMKG melihat terdapat potensi kebakaran lahan di Pasaman Barat, Agam, Solok, Tanah Datar, Dharmasraya, Sijunjung, Solok Selatan, dan Mentawai dengan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran lahan sangat mudah.

"Untuk titik api saat ini terpantau sebanyak 5 di wilayah Pasbar dan Agam dengan tingkat kepercayaan yang rendah," sebut Yudha.

Baca juga: BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 26 wilayah di Indonesia, Minggu 14 Februari 2021

Yudha mengimbau agar masyarakat tidak berkontak secara langsung dengan paparan sinar matahari untuk menjaga hidrasi.

Selain itu, mengingat kondisi cuaca terik cukup panjang diimbau untuk menghindari pembakaran lahan karena dapat dengan mudah menyebar dan sulit dipadamkan. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved