Facebook Perketat Penyebaran Konten Berbau Politik di 3 Negara, Termasuk Indonesia

aturan ini bukan berarti Facebook akan menghapus atau melarang konten berbau politik, melainkan hanya mengurangi rekomendasi konten-konten tersebut

Tayang:
Editor: afrizal
Facebook
Facebook Perketat Penyebaran Konten Berbau Politik di 3 Negara, Termasuk Indonesia 

TRIBUNPADANG.COM- Facebook akan mengurangi distribusi konten politik untuk sebagian orang di tiga negara, termasuk Indonesia.

Kebijakan yang diambil Facebook ini akan memperketat penyebaran konten berbau politik khusus di news feed.

Selain Indonesia, kebijakan ini berlaku juga di Kanada dan Brasil.

Kemudian menyusul di Amerika Serikat beberapa waktu ke depan.

Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek Bisa Dibagikan Via Media Sosial Instagram, Facebook, WhatsApp

Facebook Hapus Kesalahan Informasi, Perangi Teori Konspirasi Soal Vaksin Covid-19

News Feed merupakan linimasa yang berisi konten apa yang dilihat oleh pengguna Facebook. Seperti status pengguna lain, hingga grup.

Director Product Management Facebook, Aastha Gupta, mengatakan kebijakan ini akan berlaku dalam waktu yang sementara. Artinya, Facebook belum menerapkan aturan ini secara permanen.

Gupta mengatakan, selama beberapa bulan ke depan, Facebook akan mempelajari dan memahami beragam preferensi masyarakat terhadap konten politik dan menguji sejumlah pendekatan.

"Sebagai langkah pertama, kami akan mengurangi sementara distribusi konten politik di News Feed untuk sebagian kecil orang di Kanada, Brasil, dan Indonesia minggu ini, serta AS dalam beberapa minggu mendatang," ungkap Gupta.

Contoh Ucapan Selamat Tahun Baru 2021, Cocok untuk WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter

Gupta menambahkan, pada tahap awal ini Facebook akan melihat dan menganalisis seberapa besar pengaruh aturan baru ini di setiap negara.

"Selama pengujian awal ini, kami (Facebook) akan mengeksplorasi berbagai cara untuk memilah konten politik yang muncul di News Feed. Dari situ, kami akan melihat dan bisa memutuskan metode apa yang akan kami gunakan di masa mendatang," lanjut Gupta.

Konten politik tidak dihapus

Kendati demikian, Gupta menegaskan bahwa aturan ini bukan berarti Facebook akan menghapus atau melarang konten berbau politik, melainkan hanya mengurangi rekomendasi konten-konten tersebut kepada pengguna.

"Penting untuk diperhatikan bahwa kami tidak menghapus konten politik dari Facebook sama sekali. Tujuan kami adalah untuk menjaga pengguna untuk menemukan dan berinteraksi dengan konten politik di Facebook, sambil menghormati selera setiap orang di News Feed mereka," kata Gupta.

Beberapa waktu lalu, CEO Facebook, Mark Zuckerberg, juga menjelaskan hal senada. Facebook sendiri belakangan mengalami banyak masalah lantaran penanganannya terhadap konten politik, khususnya dari fitur grup Facebook.

Konten yang berkaitan dengan politik itu pun tak jarang membuat pengguna merasa tidak nyaman.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved