Breaking News:

Penanganan Covid

Facebook Hapus Kesalahan Informasi, Perangi Teori Konspirasi Soal Vaksin Covid-19

Upaya itu dilakukan beberapa hari sebelum komite penasihat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) dijadwalkan melakukan perte

Editor: Emil Mahmud
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi: Relawan mengenakan masker dan pelindung wajah memperlihatkan nomor peserta Uji Klinis Vaksin Covid-19 saat akan menjalani penyuntikan vaksin di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Jumat (14/8/2020). 

TRIBUNPADANG.COM, NEW YORK - Facebook terus berupaya untuk memerangi 'kesalahan informasi" terkait vaksin virus corona (Covid-19) hingga saat ini.

Upaya itu dilakukan beberapa hari sebelum komite penasihat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) dijadwalkan melakukan pertemuan.

Komite dari FDA itu rencananya akan mempertimbangkan untuk memberikan otorisasi penggunaan darurat pada kandidat vaksin Pfizer.

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (6/12/2020), Facebook mengumumkan dalam postingan blognya pada Kamis lalu bahwa konten yang mengandung apa yang diyakini sebagai 'klaim palsu' terkait vaksin Covid-19 akan dihapus dari Facebook dan Instagram.

"Ini termasuk klaim palsu tentang keamanan, efektivitas, serta bahan atau efek samping dari vaksin. Misalnya, kami akan menghapus klaim palsu bahwa vaksin Covid-19 mengandung microchip, atau apapun yang tidak ada dalam daftar bahan vaksin resmi," tulis pernyataan dalam postingan itu.

Baca juga: Sebaran Kasus Covid-19 di Sumbar, Total 385 Dirawat, 1.878 Isolasi Mandiri dan 17.904 Sembuh

Baca juga: BREAKING NEWS - KPK Tetapkan Mensos Juliari Batubara Jadi Tersangka, Terkait Bansos Covid-19

'Teori konspirasi' yang tidak terbukti terkait vaksin Covid-19 pun akan dihapus pula dari dua platform media sosial utama dunia itu.

Konglomerat media sosial ini akan menghapus konten-konten itu dalam beberapa pekan mendatang, mengikuti panduan dari otoritas kesehatan masyarakat saat mereka mempelajarinya lebih lanjut.

Banyak netizen yang menyatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sedikit terlambat dalam masa pandemi ini.

Facebook sebelumnya mengumumkan pada Oktober lalu bahwa mereka akan melarang iklan yang secara eksplisit melarang individu mendapatkan vaksin Covid-19.

Seperti yang tertulis dalam pernyataan Kepala Kesehatan Facebook Kang-Xing Jin dan Direktur Manajemen Produk Rob Leathern.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved