Opini
Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Dalam Komunikasi Pembangunan
Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Dalam Komunikasi Pembangunan, Oleh Nike Nofianti, Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas
Oleh : Nike Nofianti
Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas
Komunikasi dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Pembangunan adalah proses aktivitas yang bersifat kontinu dan terencana yang ditujukan untuk merubah dan mengingkatkan kualitas kegidupan sosial ekonomi ke arah yang lebih baik dan wajar dari waktu ke waktu. Pada dasarnya, pengertian pembangunan secara umum adalah sebuah proses perubahan yang terus menerus untuk menuju keadaan yang lebih baik berdasarkan norma-norma tertentu. Istilah pembangunan bermacam-macam oleh satu orang dengan orang lain, daerah satu dengan daerah lainnya, negara satu dengan negara lain. Seperti halnya pendapat Riyadi dan Deddy Supriyadi (2005), bahwa secara umum pembangunan diartikan sebagai proses untuk melakukan perubahan.
Pembangunan di Indonesia memiliki tujuan untuk meningkatkan pemerataan pembangunan beserta hasil-hasilnya melalui arah kebijakan pembangunan sektoral dan pemberdayaan masyarakat terutama di pedesaan. Pembangunan merupakan proses perubahan yang mencakup seluruh sistem sosial seperti, politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan dan budaya.
Dalam prakteknya, komunikasi pembangunan dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah atau penyelenggara komunikasi pembangunan agar masyarakat mengetahui dan mampu memahami program yang ditawarkan atau mengadopsi inovasi agar tercapainya tingkat produktivitas dan pendapatan guna memperbaiki mutu hidup atau kesejahteraan masyarakat.
Soerjono Soekanto menyatakan pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agent of change atau agen perubahan yakni seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Selain itu agen perubahan juga harus mampu menjembatani antara pemerintah atau lembaga pemberdayaan masyarakat yang diwakili dengan masyarakatnya, maupun untuk menyampaikan umpan balik atau tanggapan masyarakat kepada pemerintah atau lembaga pemberdayaan yang bersangkutan.
Dalam hal ini, mahasiswa memiliki posisi strategis yang secara ekspresif dapat dikatakan sebegai simbol perubahan. Mahasiswa selalu menjadi orang yang paling resah dengan ketidakberesan diberbagai bidang. Mahasiswa yang memiliki idealisme dan pemikiran yang masih terbebas dari berbagai kepentingan.Sebelum kemerdekaan hingga saat ini pergerakan jiwa muda tidak dapat dilepaskan tertutama kalangan mahasiswa dan kaum intelektual lainnya.
Sebagai kaum intelektual muda dan sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa berperan penting sebagai agent of change atau agen perubahan karena mahasiswa adalah orang yang seharusnya bisa membawa perubahan-perubahan yang berdampak positif dan membangun kehidupan masyarakat serta mampu menanamkan nilai-nilai positif terhadap masyarakat. Oleh sebab itu, komunikasi pembangunan membutuhkan agen perubahan seperti mahasiswa yang handal agar dapat melaksanakan perannya sebagai agen perubahan dalam kegiatan komunikasi pembangunan.
Komunikasi pembangunan merupakan proses penyebaran pesan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada khalayak guna mengubah sikap, pendapat dan perilakunya dalam rangka meningkatkan kemajuan secara merata. Secara sempit komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan dan cara serta teknik penyampain gagasan dan keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakasai pembangunan yang ditujukan pada masyarakat luas.
Sedangkan dalam arti luar komunikasi pembangunan adalah peran dan fungsi komunikasi (sebagai akyivitas pertukaran pesan secara timbal balik) diantara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan, terutama masyarakat dan pemerintah, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan penilaian terhadap pembangunan.
Menurut Rogers agen perubahan (agent of change) adalah orang yang bertugas mempengaruhi klien agar mau menerima inovasi sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh agen perubahan (dalam Nasution Z, 2016). Semua agen perubahan memiliki tugas membuat jalinan komunikasi antara pengusaha pembaharuan (sumber inovasi) sengan semua sistem klien ( sasaran inovasi).
Pekerjaan agen perubahan menurut Rogers dalam Budiman (2016), mencakup berbagai macam pekerjaan seperti guru, konsultan, penyuluh kesehatan dan sebaginya. Seluruh agen perubahan bertugas membuat jalinan komunikasi antara penguasa perubahan (sumber inovasi) dengan sistem klien (sasaran inovasi). Tugas utamanya adalah melancarkan jalannya arus informasi dari sumber inovasi kepada sasaran inovasi.
Seorang agen perubahan mulanya membantu klien menjadi sadar akan kebutuhan merubah sikap atau tingkah laku mereka dengan tujuan untuk memulai proses perubahan. Agen perubahan mengusulkan alternatif baru dari masalah yang terjadi, menguraikan dengan baik dan jelas pentingnya masalah tersebut untuk diatasi dan meyakinkan bahwa mereka mampu untuk menghadapi masalah tersebut.
Mahasiswa sebagai Agent Of Change
Mahasiswa merupakan ujung tombak dan garda terdepan untuk mendukung penuh pengembangan masyarakat. Program-program mahasiswa seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pengabdian pada Masyarakat (P2M), Bakti Sosial merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa merupakan wujud kepedulian dan kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/nike-nofiantijpg.jpg)