Harimau Muncul di Solok
Harimau di Solok Akhirnya Masuk Perangkap BKSDA Sumbar, Sempat Berkeliaran di Pemukiman Warga
Harimau Sumatera (panthera trigis sumatrae) yang berkeliaran di pemukiman warga berhasil masuk perangkap yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Al
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Harimau Sumatera (panthera trigis sumatrae) yang berkeliaran di pemukiman warga berhasil masuk perangkap yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (6/12/2020) pagi.
Sebelumnya, 2 ekor harimau muncul di 2 Jorong di Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Provinsi Sumbar.
Jorong kemunculan harimau tersebut berada di Jorong Rawang Gadang dan Jorong Ingu.
Akibatnya warga sempat melakukan ronda untuk berjaga agar harimau tidak memakan hewan ternak.
Syahrial (30) mengatakan bahwa satu harimau berhasil masuk perangkap atau kerangkeng besi.
Kata dia, kerangkeng tersebut sengaja dipasang agar harimau tersebut dapat dievakuasi.
Hal itu dikarenakan, harimau sudah membuat warga takut dan resah akan kemunculan harimau tersebut.
"Iya harimau itu sudah tertangkap di Jorong Gadang, (Kabupaten Solok) diketahui pada Minggu sekitar pukul 05.30 WIB tadi," kata Syahrial (30) warga Jorong Rawang Gadang, Minggu (6/12/2020).
Dijelaskannya, kalau saat ini belumlah dievakuasi oleh petugas BKSDA Sumbar.
"Saat inu masih di dalam kerangkeng, dan belum dibius," katanya.
Dikatakannya, kalau harimau tersebut hanya boleh dilihat dari jarak jauh dan petugas merencanakan untuk mengevakuasi harimau tersebut.
Pernah Tangkap 2 Harimau
Dilansir TribunPadang.com, beberapa bulam silam BKSDA Sumbar belum dapat memastikan 2 ekor harimau yang muncul merupakan Putra Singgulung dan Putri Singgulung.
Sebelumnya, ditangkap 2 ekor harimau di Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Harimau tersebut dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya (PR-HSD) yang dikelola oleh Yayasan ARSARI Djodjohadikusumo (YAD).
Baca juga: BKSDA Sebut Harimau Tak Hiraukan Pengusiran Lewat Cara Ini, Berkeliaran di Kabupaten Solok
Kedua harimau tersebut dirawat sekitar 5 bulan di PR-HSD ARSARI.
Putri Singgulung mulai direhabilitasi sejak 14 Juni 2020, dan Putra Singgulung sejak 29 Juni 2020.
Sebelum dilepasliarkan keduanya telah diperiksa kesehatannya pada (22-23/11/2020), dan dilepasliarkan pada (26-27/11/2020).
Terkait apakah satwa yang yang ada di Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek sama dengan yang dilepasliarkan, Pengendali Ekosistem Hutan SKW III BKSDA Sumbar, Romi Juanda mengatakan belum dapat memastikannya.
Baca juga: Gegara Harimau Muncul di Kabupaten Solok, Kakek Sukur Ngaku Tak Sempat Lagi, Bikin Tangkai Cangkul
"Kalau itu saya belum dapat memastikan, dan tidak dapat berkomentar akan masalah itu," kata Romi Juanda, Jumat (4/12/2020).
Dikatakannya, pelepasliaran harimau sumatera tidak diberitahukan lokasi pelepasannya.
"Itu untuk menghindari perburuan, karena mereka itu satwa yang dilindungi," katanya.
Dijelaskannya, pihaknya belum mengetahui jelas apakah satwa tersebut sama dengan Puta Singgulung dan Putri Singgulung.
"Kita belum bisa identifikasi. Karena konflik, jadi kita lakukan sesuai SOP dan tahapannya. Kita pasang perangkap untuk melakukan penangkapan, dan nantinya akan direlokasi ke PR-HSD," katanya.
Baca juga: BKSDA Sebut 2 Ekor Harimau Muncul di Kabupaten Solok, Afrilius: Kami Belum Berhasil Membius
Dikatakannya, bahwa dirinya akan mengupayakan untuk menangkap datwa dilindungi tersebut.
Terkait pengamanan warga agar tidak melukai satwa tersebut, pihaknya bekerja sama dengan pihak kepolisian.
"Kita berikan edukasi kepada masyarakat, makanya kita tetap berada di sini. Kita upayakan untuk menangkap satwa dilindungi tersebut," katanya.
Dijelaskannya, pada hari ini telah dilakukan pemasangan kerangkeng di kedua jorong yang terdapat kemunculan harimau.
Selain itu, juga ada penambahan Dokter Hewan agar penangkapan satwa dilindungi tersebut segera dapat tertangkap. (*)