Pilkada Sumbar 2020

Polda Sumbar Kerahkan 2/3 Kekuatan, Dirintelkam: Pengamanan Sesuai Karakteristik Daerah

Polda Sumbar akan mengerahkan 2/3 dari jumlah total personelnya untuk mengamankan rangkaian pelaksanaan Pilkada serentak 2020.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.Com /RIZKA DESRI YUSFITA
Suasana Rapat Koordinasi atau Rakor Distribusi Logistik Pemilihan 2020 dengan pemangku kepentingan KPU Provinsi dan Kabupaten Kota, Senin (30/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Polda Sumbar akan mengerahkan 2/3 dari jumlah total personelnya untuk mengamankan rangkaian pelaksanaan Pilkada serentak 2020. 

Hal itu disampaikan Dirintelkam Polda Sumbar Kombes Pol Heri Priyanto saat menghadiri Rapat Koordinasi Distribusi Logistik Pemilihan 2020 dengan pemangku kepentingan KPU Provinsi dan Kabupaten Kota, Senin (30/11/2020).

"Sebanyak 2/3 kekuatan dari semua personel Polri yang ada di Sumbar, ada sekitar 6.500 untuk pengamanan Pilkada," kata Kombes Pol Heri Priyanto.

Sementara untuk pengamanan pendistribusian logistik pemilihan 2020 jumlah personel yang diturunkan juga berbeda.

Ia menyebut, jumlahnya sekitar 25 persen atau sekitar 2.500 dari personel Polri yang ada di wilayah hukum Polda Sumbar.

Baca juga: Presiden Joko Widodo Tetapkan Pemungutan Suara Pilkada 9 Desember 2020, Hari Libur Nasional

Baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Selama di TPS Bagi Penyandang Disabilitas

"Untuk pola pengamanan Pilkada kita sesuaikan dengan karakteristik daerah itu," terangnya.

Kombes Pol Heri Priyanto menjelaskan, TPS dikatakan aman jika jarak tempuh dari komando/Polres/Polsek relatif dekat, dan tidak lebih dari 1/2 jam.

Selain itu tidak pernah terjadi konflik horizontal, masyarakatnya kooperatif, dan tingkat gangguan keamanan rendah.

Kemudian untuk TPS kategori rawan, kriterianya jarak tempuh dari kesatuan Polri terdekat agak jauh yakni 1-2 jam.

"Di wilayah tersebut pernah terjadi konflik vertikal maupun horizontal namun sudah mereda," jelas Kombespol Heri Priyanto.

Selanjutnya, TPS sangat rawan dengan kriteria jarak tempuh dari kesatuan Polri terdekat jauh dan sulit dijangkau yakni 3 jam.

Di sana juga terjadi konflik vertikal dan horizontal. Masyarakatnya tidak kooperatif, sulit diatur/dikendalikan dan anarkis.

Terakhir, TPS khusus yakni yang berada di LP, rumah sakit, dan tempat isolasi Covid-19.

Secara keseluruhan, sebutnya, pihak kepolisian mendukung pelaksanaan distribusi logistik Pilkada 2020.

"Setiap tahapan kita ikuti terus. Jika setiap tahapan butuh dua orang, kita kerahkan dua orang. Kalau butuh 4 orang, kita turunkan 4 orang, sesuai SOP saja," ungkap Kombes Pol Heri Priyanto. (*)

 
 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved