Pilkada Sumbar 2020

Di Lima Puluh Kota, KPU Sampaikan Tata Cara Pemilihan di TPS Saat Pilkada Masa Pandemi

Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Sumbar Nova Indra mengatakan, Pilkada 2020 tidak jauh berbeda dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Komisioner KPU Sumbar Nova Indra saat ditemui di Hotel Pangeran Kota Padang, baru-baru ini.jpg 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Sumbar Nova Indra mengatakan, Pilkada 2020 tidak jauh berbeda dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Bedanya, Pilkada 2020 dilaksanakan di masa Pandemi Covid-19 dan mesti dilaksanakan menggunakan protokol kesehatan.

Nova Indra mengungkap tata cara pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) pada pelaksanaan Pilkada 2020 di masa pandemi Covid-19.

"Kami sudah mendesain TPS sesuai dengan protokol kesehatan. Ada disinfektan, handsanitizer, pemilih wajib membawa masker, kalau tidak pakai masker, tidak boleh masuk ke TPS," jelas Nova Indra.

Pada saat kedatangan para pemilih akan mengantre di luar TPS dengan memperhatikan jarak aman.

Pemilih diminta untuk mencuci tangan dan menggunakan masker serta melakukan pengecekan suhu tubuh.

"Bagi yang memiliki suhu tubuh 37,3 derajat celsius disediakan bilik khusus," terang Nova Indra.

Setelah itu, pemilih wajib mengisi formulir C, daftar hadir-KWK.

Lalu, pemilih menyerahkan formulir C, pemberitahuan-KWK dan e-KTP atau surat keterangan kepada KPPS.

Baca juga: Rentan Terabaikan, KPU Sumbar Pastikan Hak Pilih Penyandang Disabilitas Terpenuhi

Baca juga: KPU Sumbar Sosialisasi Pilkada 2020, Ajak Komunitas Literasi dan Seni di Lima Puluh Kota

Setelah itu, pemilih akan diberi sarung tangan dan menunggu giliran menuju bilik suara.

Apabila bilik suara sudah kosong, pemilih yang bersangkutan akan dipanggil dan diberikan surat suara.

"Setiap orang masuk disterilkan kembali, tinta yang dulu dicelup, sekarang ditetes di jari menggunakan cotton bud atau lidi kapas," tambah Nova Indra.

Sebelum itu, Nova Indra menjelaskan yang penting dilakukan untuk memilih ke TPS harus memenuhi syarat yakni harus terdaftar dalam DPT.

Jika tidak terdaftar dalam DPT, konsekuensinya bisa memilih 1 jam sebelum TPS ditutup.

"Kalau misalnya di TPS surat suara habis, maka dia dipindahkan ke TPS terdekat. Karena yang diprioritaskan orang yang terdaftar dalam DPT," jelas Nova Indra.

Kemudian untuk datang ke TPS, KPPS akan memberikan formulir C, pemberitahuan-KWK Itu bukan undangan tapi pemberitahuan hari pemungutan suara. 

Nova Indra mengingatkan, kalau ada kelihatan KPPS ada keberpihakan laporkan saja. Bisa ke Bawaslu maupun ke KPU.

"Kalau terbukti langsung diberhentikan," tegas Nova Indra. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved